oleh

Belajarlah dari Menantu Donald Trumph

DIA cuma seorang menantu, bukan anak , adik, kakak atau istri. Dia cuma seorang menantu, menantu Presiden AS . yang baru saja kalah dalam pemilihan, Donald Trump. Dia adalah Jared Kusher  , istri dari Ivanka Trumph yang dia nikahi 2009 lalu. Jarred (mungkin) satu- satunya orang yang berani membujuk Trump untuk mengakui kekalahannya pada Pemilihan Presiden AS yang baru saja selesai .

Di negara paling demokrasi seperti Amerika Serikat, protes atas kekalahan dalam pemilihan presiden ternyata bisa terjadi. Adalah Donald Trumph sang petahana yang tampil lagi dan menghadapi pesaingnya, Joe Biden dari Partai Demokrat.

Joe Biden dipastikan melenggang ke Gedung Putih dengan 290 suara elektoral yang diraihnya sejauh ini di pilpres AS (pemilihan presiden Amerika Serikat), mengakhiri kepemimpinan 4 tahun Donald Trump.

Namun Trumph mengklaim kemenangan Bidden dan berniat melakukan serangkaian aksi dengan mengerahkan massa pendukungnya. Adalah Jared Kusher, menantu Donald Trumph, (mungkin) satu-satunya orang yang berani membujuk Trumph untuk mengakui kekalahannya.

Itu di Amerika. Kalau di sini, ketika seseorang kalah dalam pemilihan, mulai pemilihan kepala desa sampai pemilihan presiden, ketika ‘jagoannya’ kalah pemilihan, justeru kroco-kroconya yang ‘ ngompor-ngomporin’ supaya protes menolak kekalahan.

Di Amerika lain rupanya. Sang menantu sendiri berani membujuk mertua untuk mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan lawan. Kalau di sini, punya menantu kayak gitu mungkin sudah ‘ dipecat’ jadi menantu. Jadi ada baiknya kita belajar dari menantu Donald Trumph. (agus suzana)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *