oleh

Artis Vanessa Angel Simpan Psikotropika Divonis 3 Bulan dan Denda Rp10 Juta

POSKOTA.CO – Aris pesinetron Vanessa Adzania alias Vanessa Angel,26, akhinya divonis 3 bulan penjara dan denda Rp 10 juta atas kesalahannya dalam kasus kepemilikan 20 butir psikotropika jenis Xanax. Putusan ini dibacakan majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (5/11/2020).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Vanessa Angel terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memiliki menyimpan psikotropika,” ujar Ketua Majleis Hakim Setyanto Hermawan.

Sebagai hal yang memberatkan, majelis hakim mencatat terdakwa dinilai tak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan psikotropika, dan pernah dihukum dalam perkara lain.

Diketahui, Vanessa pernah divonis bersalah dalam kasus penyebaran konten pornografis terkait pengungkapan kasus prostitusi online di Surabaya.

Sedang hal yang meringankan adalah Vanessa berlaku sopan dan mengakui perbuatannya dalam persidangan, serta berjanji tak akan mengulanginya.

Selain itu terdakwa merupakan seorang perempuan yang memiliki bayi berumur kurang dari 3 bulan yang masih membutuhkan ASI eksklusif dan kasih sayang kehadiran ibu.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Vanessa dengan hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp10 juta subsidair 3 bulan penjara

Terdakwa ditanyakan bersalah melanggar Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dalam Lampiran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Vanessa ditangkap bersama suaminya, FA dan seorang wanita berinisial CL di Jalan Diamond, Kembangan, Jakarta Barat, pada 16 Maret. Polisi mengamankan 20 butir psikotropika jenis Xanax yang diduga milik Vanessa. Ia bersama suami dan teman perempuannya lantas menjalani tes urine. Hasilnya, Vanessa dan CL negatif sedangkan FA positif.

Pada 9 April, polisi menetapkan Vanessa sebagai tersangka karena kepemilikan 20 butir pil Xanax tanpa resep dokter. Saat itu polisi tidak menahan Vanessa di penjara. Dia hanya menjadi tahanan kota dengan dikenakan wajib lapor dan larangan pergi ke luar kota.

Penetapan tahanan kota kepada Vanessa untuk mencegah penularan Virus Corona serta kondisi Vanessa yang saat itu tengah hamil tua. (W)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *