JAKARTA : Keperkasaan petinju kelas 80 kilo gram putra, Maikhel Roberrd Mustika (Jabar-A), di belantara tinju amatir di Tanah Air kian tak terbantahkan, setelah mencatat kemenangan RSC ronde pertama atas Damian Yamlean (Papua) guna melaju ke final Seleknas Tinju Piala Menpora 2025, Kamis (24/7/2025), di Hall Basket GBK Senayan, Jakarta.
Tim tinju Jabar memang memperlihatkan dominasinya di ajang Seleknas untuk tim tinju SEA Games 2025 Thailand ini. Mereka sukses mengantarkan delapan petinjunya lolos ke partai puncak.
Selain Maikhel, petinju tanah Parahiyangan lainnya, Khairul Munajar (Bekasi), juga mencatat kemenangan RSC ronde pertama di kelas 69 kilo gram putra atas Asher Alfons Aibekop (Papua Pegunungan).
“Jawa Barat memang aktif pembinaan tinjunya sehingga mampu tampil dominan di putra dan putri. Namun tantangan masih ada di partai final nanti. Daerah-daerah lain tentu ingin memberikan perlwanan ketat ke Jabar. Apalagi ini untuk seleksi pembentukan tim SEA Games tentu petinju yang sudah ke final akan tampil maksimal untuk meraih juara,” ujar mantan petinju nasional La Paene Massara menanggapi hasil Seleknas yang sudah memasuki babak semifinal itu.
La Paene yang sukses tampil di Olimpiade Atalta 1996 dan Sydney 2000 itu menilai, dalam seleksi ini petinju muka lama masih dominan sehingga yang muda-muda atau muka-muka baru belum kelihatan.
“Harapan kami sebagai mantan atlet butuh pembinaan yang lebih intensif lagi agar anak-anak lebih berkembang kalau dibina dengan baik diberikan program yang tepat. Baik untuk event nasional maupun internasional,” kata La Paene.
Menurut Olympian itu, kalau mau meningkatkan kemampuan para atlet muda sangat dibutuhkan program pertandingan terutama di tingkat internasional. Karena kalau bicara tingkat internasional, berarti harus banyak ikut event internasional. Kalau itu tidak bisa dipenuhi maka akan sulit mengukur kemampuan para petinju.
Latihan di Luar Negeri Sangat Perlu
Dalam menghadapi SEA Games mendatang, La Paene menilai latihan di luar negeri sangat perlu.
“Saya rasa sangat perlu karena untuk meningkatkan kemampuan dan fisik anak-anak ini harus bertemu lawan-lawan sparring yang paling tidak seimbang di atas mereka. Supaya kita bisa naik,” ujarnya.
Berdasarkan pengalamannya, La Paene mengungkapkan tidak perlu berlatih di luar negeri terlalu lama di suatu tempat. “Katakanlah di Kuba nih sampai berbulan-bulan, atau kita ke Uzbekistan kita berbulan-bulan, itu menurut saya kurang efektif karena namanya manusia pasti ada rasa jenuh. Belajar dari melihat pengalaman teman-teman saya di Thailand dan Filipina, mereka bukannya tidak berlatih ke luar, cuma mereka paling lama 2 – 3 minggu terus pindah lagi ke negara lain sehingga makin banyak pengalaman yang dipetik,” ungkapnya.
Dengan berlatih berpindah-pindah itu, katanya, yang paling menguntungkan, berarti bisa banyak melihat dan mendapat pengalaman melawan lawan-lawan yang berbeda-beda dan bagus di dunia. “Kita ketemu gaya Eropa Barat, Eropa Timur atau Amerika Latin. Kita banyak menimba pengalaman,” tuturnya.
La Paene juga setuju jika untuk Pelatnas nanti dipakai pelatyih asing. “Pelatih Kuba juga bagus karena pendekatan ke anak-anak juga bagus. Kalau saya melihat kualitas pelatih maka Kuba masih nomor satu. Juara-juara olimpide dilatih Kuba juga. Kuba punya kelebihan bisa memadukan gaya Eropa dan Amerika. Kolaborasi Eropa dan Amerika,” katanya.
Mentinggung tentang peluang di SEA Games nanti, La Paene melihat, Indonesia masih memiliki kesempatan merebut medali bahkan emas. Tinggal programnya tepat dan segera.
“Setelah ini segera TC, penentuan pelatih dan fokus untuk SEA Games. Jangan putus lagi selesai ini. Paling minim satu kelas 2 orang kecuali sudah terpilih tim inti. Kalau ada anggaran, tiap kelas ada 3 terus dikirim ke beberapa negara. Kalau hanya satu maka menoton dan anak itu merasa nyaman karena tidak ada saingan,” usulnya.
Saingan di SEA Games nanti bukan hanya Thailand dan Filipina. “Vietnam bagus apalagi putri. Malaysia juga mulai meningkat jadi ancaman. Kompetisi mereka jalan. Persiapan bagus. Banyak negara-begara yang mau berlatih ke Malaysia. “
Hasil Lengkap Semifinal:
Putra
Kelas 46 – 48 kg:
Dio Koebanu (NTT) menang angka 5 – 0 atas Karlus Bria (Bali)
Perneel Tahumil (Sulut) menang angka 4 – 1 atas Marceilo Surati (BKS)
Kelas 63,5 kg:
Yulius Babu Eha (Bali) menang angka 5 – 0 atas M Ricky Pratama (Sulses)
Elizen Gonzale (Jawa Barat/Jabar A) menang angka 4 – 1 atas Jacson Tatamang (Sulut)
Kelas 69 kg:
Khairul Munajar (BKS) menang RSC rone I atas Asher Alfons Aibekop (Papua Pegunungan)
Jefri Riwu (Bali) menang angka 5 – 0 atas Laskar Putra (DKI Jakarta)
Kelas 75 kg:
M Riko Peayogi (Lampung) menang angka 5-0 atas M Khairul Pramuja (Pekanbaru)
Alfino Caesar (Jabar A) menang angka 5 -0 atas Burhadin Adduraf (Jateng)
Kelas 80 kg:
Maikhel Roberrd Mustika (Jabar A) menang RSC rone I atas Damian Yamlean (PBR)
Frendy Tacob Furay (PBR) menang angka 3 – 2 atas T Maulana Doffa (Aceh)
Putri:
Kelas 45 – 48 kg:
Jesika Umbas (Jabar B) menang angka 5 – 0 atas Linda Sari (DKI)
Merlin Tumatula (Papua Barat) menang RSC rone II atas Andini (Sulsel)
Kelas 50 kg:
Rani Balu (AU) menang angka 5 – 0 Hana Kendi (Papua Barat Daya)
Israellah Saweho (Sulut) menang angka 5 – 0 atas Novenvi Estevis Samalang (BKS)
Kelas 54 kg:
Alfianita Kartika Manopo (Jabar A) menang angka 5 – 0 atas Grasela Djera Ata Endi (Bali)
Novita Sinadia (DKI) menang angka 5 – 0 atas Yulianti Ohonella (Jabar C)
Kelas 57 kg:
Nurul Izzah (DKI A) menang RSC ronde I atas Tasya Isna Saqbany (Kaltim)
Yuliana Pudi (BKS) menang angka 5 – 0 Angela Christy Patinama (Jabar C)
Kelas 60 kg:
Erniati Ngongo (NTT) menang angka 5 – 0 atas Vika Lido (AU)
Nabila Maharani (Lampung) menang angka 5 – 0 atas Ratna Sari Devi (AD). (dk/fs)







Komentar