oleh

Seleknas Tinju Piala Menpora 2025: Pemandu Bakat Sebut Butuh Kerja Keras untuk Persiapan SEA Games Thailand

JAKARTA –Tim Talent Scouting (pemandu bakat) Hermensen Ballo dan Ucok Sitompul menyebut belum menemukan petinju yang memenuhi standar pada dua hari pelaksanaan Seleksi Tinju Piala Menpora 2025 yang berlangsung di Gedung Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 21-22 Juli 2025.

Seleknas yang diikuti 98 petinju dari seluruh Indonesia ini berlangsung hingga 26 Juli 2025, Tujuannya, mencari petinju potensial yang dibina dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk dipersiapkan menghadapi SEA Games ke-33 yang akan berlangsung 7-20 Desember 2025 mendatang.

“Saya belum melihat ada petinju yang memenuhi standar dalam dua hari seleknas. Kita lihat saja hingga pertandingan final nanti,” kata mantan petinju Olimpiade, Hermensen Ballo yang ditemui usai pertandingan pada Jumat (25/7/2025).

“Saya sepakat dengan Ballo. Memang kami belum menemukannya hingga saat ini. Rata-rata mereka yang tampil tidak punya strategi, speed, dan kombinasi pukulan. Bahkan, mereka tidak ada yang melepas jab-jab tajam untuk mengganggu pertahanan lawannya,” timpal Ucok Sitompul, mantan asisten pelatih tinju nasional asal Jerman Helmuth Kruger.

Baik Hermensen Ballo dan Ucok Sitompul sepakat penyebab belum munculnya petinju yang memenuhi standar akibat minimnya pertandingan tingkat nasional di dalam Tanah Air dan tidak adanya event internasional yang diikuti.

“Semua ini terjadi karena kita tidak punya event nasional dan tidak adanya pengiriman petinju Indonesia di ajang event internasional. Seingat saya hanya ada kejurnas tinju pada tahun 2022 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Fakta ini saya harus ungkap dan tidak perlu ditutupi agar ke depan pembinaan tinju amatir bisa lebih baik lagi,” tegas Ballo, panggilan karibnya.

Apa yang diungkapkan Ballo juga diamini Ucok Sitompul. “Ya itu memang fakta. Dulu petinju Indonesia mampu berprestasi dan bisa menembus ke Olimpiade karena memang jadwal pertandingan tinju nasional banyak dan juga pengiriman tim tinju ke berbagai event internasional serta melakukan Trainning Camp (TC) di luar negeri. Jam terbang itu menjadi syarat untuk bisa mencetak petinju berkualitas dan mampu meraih prestasi di ajang internasional,” tandasnya.

Sementara itu, pelatih asal Thailand Khamanit Nareerakst yang juga anggota Talent Scouting mengatakan, petinju Indonesia punya potensi untuk bisa meraih prestasi di ajang internasional. Hanya saja, kata pelatih yang mengantarkan Tim Tinju DKI Jakarta sukses meraih 4 emas dan 2 perak pada PON Aceh-Sumut 2024, perlu program pembinaan jangka panjang dan harus diterjunkan di berbagai event internasional.

“Potensi petinju Indonesia cukup besar. Tapi butuh kerja keras  untuk bisa berbicara di SEA Games maupun event internasional lainnya. Mereka butuh jam terbang seperti petinju Thailand yang selalu tampil di ajang internasional,” jelasnya.(dk/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *