oleh

Pelaksanaan PON Papua Jadi Dasar Pengaturan Prokes Kegiatan Olahraga Lain

POSKOTA.CO – Evaluasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua akan jadi dasar pengaturan protokol kesehatan pada penyelenggaraan ajang-ajang besar lain.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Dalam pelaksanaan PON ini, tidak terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan selama acara berlangsung. Pelaksanaan PON ini akan jadi pembelajaran untuk gelaran event-event besar lainnya,” kata Luhut, kemarin.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak awal penyelenggaraan pertandingan hingga jelang penutupan PON Papua kemarin, tercatat ada sebanyak 83 kasus konfirmasi positif covid-19. Jumlah tersebut hanya 0,84 persen dari total peserta, termasuk atlet, pelatih, ofisial tim, wasit, wartawan, panitia, dan lain-lain yang berjumlah 10.066 orang.

Dengan positivity-rate sebesar 1,5 persen dari total yang dites dan tersebar di 16 cabang olahraga (cabor) dari 37 cabor yang dipertandingkan. Dengan jumlah kasus terpapar terbesar dari kontingen DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, dan Jambi.

Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin menambahkan kemungkinan besar terjadinya penularan tersebut terjadi di tempat penginapan. Karena ada satu kamar yang ditempati oleh sekitar empat atlet. Lalu, juga tidak diterapkan jaga jarak pada saat makan.

“Ini menjadi catatan penting guna melakukan perbaikan untuk penerapan protokol kesehatan pada ajang besar yang akan diselenggarakan ke depan. Dari pengalaman PON papua ini, kami telah menetapkan beberapa hal untuk menjadi patokan protokol kesehatan bila kita ingin mengadakan acara-acara olahraga besar seperti ini kedepannya,” tambahnya.

Beberapa hal tersebut, tegas Budi adalah memastikan bahwa Satgas Covid-19 di gelaran tersebut diberikan kewenangan yang cukup untuk dapat menerapkan protokol kesehatan. Kedua, sesuai arahan Presiden, harus dipastikan bahwa semua asrama atau tempat tinggal atlet harus menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti menjaga jarak dan lain-lain. Baik saat tidur maupun saat makan.

“Ketiga, test PCR harus dilakukan rutin secara acak bagi para atlet di masa pertandingan masih berlansung. Sehingga proses identifikasinya bisa dilakukan dengan lebih cepat, dan ruang isolasi/karantina terpusat juga harus sudah siap. Jadi, kalau ada yang kena bisa langsung ditaruh di sana, atau orang yang mau pulang kemudian dites positif juga bisa ditaruh ke sana,” ungkapnya(dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *