oleh

Patah Engkel Kaki dan Tulang Rusuk akibat Kecelakaan, Pino Bahari Butuh Perhatian Pemerintah

DENPASAR – Petinju peraih medali emas Asian Games 1990, Pino Bahari, mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di Denpasar, Bali pada Senin (13/4/2026). Akibat kecelakaan tersebut, Pino mengalami patah engkel kaki kiri dan patah tulang rusuk kiri bagian belakang empat ruas.

“Saya mengalami kecelakaan motor saat menghindari pengendara motor wanita yang mutar secara mendadak. Untungnya, dia hanya mengalami luka-luka ringan dan saya mengalami patah engkel kiri dan tulang rusuk kiri bagian belakang kiri 4 ruas,” kata Pino Bahari, dikutip media ini, Minggu (19/4/2026).

Pino yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bali Mandara usai kecelakaan, sudah menjalani operasi pada Rabu (15/4/2026). “Senin sore kecelakaanya langsung masuk IGD, dan Rabu dioperasinya dengan fasilitas BPJS. Tadi siang, aku sudah keluar dari Rumah Sakit,” ungkapnya.

Kerja Freelance
Kini, Pino hanya bisa pasrah dengan kondisi ekonominya. Dia sempat menjadi pengemudi mobil online untuk membiayai kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan kedua anaknya. Kini, dia hanya mengandalkan penghasilan sebagai freelance event tinju di Bali. “Saya sempat menjadi sopir mobil online tetapi berhenti karena penghasilan tidak mencukupi. Jadi, sekarang saya hanya mengandalkan penghasilan dari freelance lah,” ungkapnya.

Pino merupakan salah satu mantan petinju yang sukses meraih prestasi di ajang event internasional. Dia berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bisa memberikan perhatian bagi atlet yang sudah mengibarkan Merah Putih di Asian Games. “Itulah beratnya, kita mantan atlet nasional tidak mendapatkan dana pensiun dari pemerintah,” keluhnya. (*/dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *