JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) KONI Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Khaeroni resmi menyandang gelar doktor setelah dalam sidang yang dilaksanakan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan (cumlaude).
Pria kelahiran Tegal tahun 1973 ini mampu memuaskan para penguji yang dipimpin Prof. Dr. Jafar, MSi., dengan disertasi Pengembangan Latihan Drop Shot pada Mahasiswa.
Salah satu penanya meminta Khaeroni menjelaskan apakah itu drop shot dan sejauh mana perannya dalam permainan bulu tangkis? Pria yang akrab disapa Roni yang pernah menjadi sparing partner ganda campuran di Pelatnas Cipayung menjelaskan, senjata yang tertinggi dalam permainan bulu tangkis adalah smash.
“Kalau drop shot sebagai pembuka jalan untuk Membunuh lawan. Pukulan drop shot ini bisa mengecoh lawan sehingga bola pengembalian lawan bisa berupa umpan lambung yang bisa diselesaikan dengan smash,” jelasnya, Kamis (20/2/2025)
Lalu mengapa stok pebulu tangkis Jakarta tidak terlalu banyak. Roni menyoroti soal banyak pebulu tangkis Jakarta yang berdomisili di daerah pinggiran seperti Bekasi dan Depok yang notabene mereka ber-KTP Jabar. “Ataupun banyak stok yang lebih berminat menimba ilmu di PB Djarum di Jateng dibanding membela PB Djaya Raya ataupun PB Tangkas yang berdomisili di Jakarta,’ jelasnya.
Prof. Dr. Jafar yang memimpin jalannya sidang tanpa ragu lagi mengganjar dengan nilai sangat memuaskan. ” Untuk IPK kita kasih nilai 4,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan para pendukung Khaeroni yang memadati ruang sidang.
Dalam kesempatan itu Ketua KONI Jakarta Dr. Hidayat Humaid salah satu penguji yang juga co promotor disertasi Khaeroni meminta kepada yang bersangkutan untuk tetap mengabdi kepada masyarakat. “Sekecil apa pun ilmu yang dimiliki harus bisa bermanfaat bagi orang lainnya,” pintanya.
Khaeroni adalah lulusan doktor ke 5.221 yang telah dihasilkan oleh UNJ. Khaeroni menyelesaikannya dalam waktu 2,5 tahun. (bu)







Komentar