oleh

Gideon Badminton Academy  Sukses Loloskan Pemain ke Pelatnas Bulutangkis Indonesia

JAKARTA-Keberadaan Gideon Badminton Academy  (GBA) di blantika bulutangkis nasional belum terlalu lama, baru era tahun 2020 di masa pandemi. Tapi kemunculannya bak ‘cabe rawit’,  mencatat sukses mengantarkan satu pasangan ganda campuran Luna Rianti Saffanah/M. Nawaf Khoiriansyah menjadi anggota Pelatnas Bulutangkis Indonesia (PBI) Cipayung, Jakarta Timur.

“Satu pasangan ganda campuran Gideon Badminton Academy, yakni pasangan Luna/Nawaf telah berhasil lolos masuk Pelatnas. Mereka berdua masuk berlatih jadi anggota Gideon Badminton Academy di medio Februari tahun 2022, dan di rekrutmen tahun 2024 berhasil lolos masuk anggota Pelatnas PBSI,” kata Kurniahu, ayah Markus Fernaldi Gideon yang juga merupakan owner Gideon Badminton Academy, ditemui di sela-sela mengawasi latihan anak didiknya, Kamis (26/12/2024),  di GOR Gideon Badminton Hall, jl. Swadaya Pabuaran No.1 Ciangsana, Kec. Gn.Putri,  Kab. Bogor, Jawa Barat.

Sukses ini tak lepas karena nilai lebih atau plus lainya yang dimiliki tempat latihan yang tersedia 10 lapangan dan 34 kamar atlet ini. GBA sering langsung mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari mantan pemain ganda putra nomer wahid dunia yang juga adalah putra Kurniahu, yakni Markus Fernaldi Gideon. Markus bahkan penuh antusias membimbing dan melatih langsung  di lapangan.

“Kami tengah mempersiapkan kembali pemain dari Gideon Badminton Academy mengikuti seleksi pemain Pelatnas PP PBSI yang akan dilangsungkan medio Februari mendatang,” tutur Kurniahu. “Keberadaan kami Gideon Badminton Academy  salah satunya memang untuk mencetak pemain nasional untuk Pelatnas PBSI,” sambungnya.

Pemain Prancis dan Australia Berguru

Selain menempa dan menggembleng pemain anggota GBA, terang Kurniahu, tempat latihan yang dikelolanya juga kedatangan tim yunior nasional Prancis dan Australia untuk berguru dan menimpa ilmu. “Pemain yunior Prancis pernah menjalani latihan di sini selama tiga pekan,” kata Kurniahu. ” Dan terbaru sekarang ini kami kedatangan pemain yunior Australia yang dipersiapkan untuk bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028,” sambung Kurniahu.

Kurniahu yang juga adalah mantan atlet nasional ini menuturkan jika keberadaan GBA memang tergolong baru. Walau tergolong baru, tapi GBA punya tekad besar dan kuat mencetak lebih banyak atlet Pelatnas untuk menambah ‘kaya’ PBSI guna melahirkan pemain level dunia.(dk/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *