oleh

Dekan FIO UNJ: Jangan Ragu Tekuni Olahraga Pencak Silat

POSKOTA.CO – Atlet adalah pekerjaan yang menyenangkan. Tidak hanya membuat badan lebih sehat dan bugar, profesi ini  jika ditekuni dengan serius juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan menjadi sandaran hidup. Tidak terkecuali dengan atlet pencak silat.

“Jika ditekuni dengan baik pencak silat juga bisa dijadikan sandaran masa depan yang cukup menjanjikan kok,” kata Dr. Johansyah Lubis, MPd. Dekan Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Menurut doktor ke-777 UNJ ini, dirinya memulai karier sebagai atlet pencak silat ketika masih menjadi mahasiswa di FIO UNJ. Sejak saat itu prestasi demi prestasi pun terus diraihnya. Tidak hanya sebatas tingkat nasional melainkan juga tingkat internasional.

Misalnya, pada tahun 1986-1993 menyandang predikat sebagai jawara DKI Jakarta, juara nasional pada 1991, meraih medali emas SEA Games Manila pada 1991, menjadi pesilat terbaik pada Kejuaraan Internasional 1 Perisai Diri, Semarang pada 1987, dan lainnya.

Alumnus SMA Negeri 3 Jakarta

Selain menekuni profesi sebagai atlet dan akademisi, alumnus SMA Negeri 3 dan SMP Negeri 43 Jakarta ini  juga menyukai organisasi. Maka tak heran jika sejumlah jabatan pada organisasi pernah dipercayakan padanya seperti jabatnya seperti Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Daerah IPSI DKI Jakarta tahun 1994 hingga 2005, Asisten Lembaga Pelatih Pengurus Besar IPSI tahun 1999 hingga 2007,  tim teknis dan konsultan pelatih-pelatih Sekolah Ragunan tahun 2006-2008.

Dia juga pernah menjadi tim Satgas Pelatnas SEA Games 2007 Thailand, Ketua Bidang Kompetisi Program Indonesia Emas tahun 2013, Ketua Komisi Pembibitan KONI Pusat 2007-2011 dan Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat 2011-2015.

Wakil Ketua Pengprov IPSI DKI (2019 s/d 2023) dan Ketua Umum Pengprov PCI DKI (Persatuan Cricket Indonesia) (2014-2018) dan (2018-2022). Pernah menjadi Deputi CDM SEA Games 2005 Singapura bersama CDM Taufik Hidayat. Dan Deputi CDM Youth Olympic Nanjing China (2014).

Sedangkan sejumlah jabatan pernah dipegangnya di lingkungan kampus antara lain menjadi Wakil Dekan 1 Bidang Akademik 2014 s/d 2019, serta menjadi Dekan FIO UNJ 2019 s/d 2021.

Atas berbagai prestasinya tersebut Johansyah pun diganjar penghargaan oleh pihak Kemenpora pada Haornas 2020. Pihak Kemenpora memberikan penghargaan atas dedikasinya sebagai pelatih pencak silat yang pernah dijalaninya.

“Oleh karena itu kepada para mahasiswa dan atlet yang menekuni pencak silat jangan ragu dengan urusan masa depan. Banyak peluang yang bisa diraih jika profesi tersebut ditekuni dengan baik,” ujarnya. (*/fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *