POSKOTA.CO-Pada saat mudik Lebaran tidak sedikit pengendara yang kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di jalan tol dan kesulitan untuk mengisi kembali di rest area akibat panjangnya antrean. Untuk itu Presdir ASTRA Toll Cipali, pengelola jalan tol Cipali, Firdaus Azis menyarankan pemudik untuk segera keluar tol untuk dan mencari pompa bensin terdekat.
“Kami menyadari pada puncak arus mudik Lebaran pengendara sering kesulitan untuk bisa masuk ke rest area akibat padatnya kendaraan yang masuk,” kata Firdaus pada Media Gathering Kesiapan ASTRA toll Cipali dalam Mendukung Mudik 2023 di Hotel Horison Kertajati, Jum’at (14/04/2023).
Menurut Firdaus, dalam kondisi demikian pengendara disarankan untuk keluar sementara di gerbang tol terdekat untuk mencari pompa BBM atau rumah makan di luar rest area yang relative lebih sepi. Setelah selesai mengisin BBM mereka bisa kembali masuk ke jalan tol di gerbang yang sama untuk melanjutkan perjalanan hingga ke tempat tujuan.
“Jalan tol kami menggunakan sistem tertutup. Artinya pengendara hanya membayar tarif sesuai jarak yang telah ditempuh. Dengan demikian jika pengendara mengisi bahan bakar di luar rest area, tarif tol yang akan dibayar hingga ke tempat tujuan jumlahnya tetap sama,” tambah Firdaus.
Siapkan Kendaraan untuk Perjalanan Jauh
ASTRA Toll Cipali sendirin terus mengupayakan arus lalulintas Mudik Lebaran 2023 agar tetap lancar dan aman. Namun kepada pemudik sendiri Firdaus berpesan agar menyiapkan kendaraan secara prima seperti dengan mengisi full bahan bakar, menyiapkan saldo e-toll yang cukup, serta menyiapkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh.
Sebenarnya kapasitas Tol Cipali sangat mencukupi dalam kondisi normal dengan rata-rata V/C Ratio 0,3-0,4, sedangkan untuk menambah lajur ukurannya V/C ratio 0,8. “Untuk investasi ini serta Rest Area, lainnya sudah mencapai Rp8 00 miliar, dan bisa jauh lebih besar jika total satu ruas 116 km,” tuturnya.
Pada kondisi normal arus lalulintas kendaraan di Tol Cipali sekitar 2.000-2.500 kendaraan per jam. Namun saat arus Mudik Lebaran arusnya bisa diatas 5.000 kendaraan per jam. “Jadi fasilitas kapasitas yang kami siapkan pasti tidak akan mencukupi. Makanya dilakukan contra flow, atau one way untuk memperlancar arusnya.”
Manajemen Tol Cipali sendiri tidak hanya memperhatikan persoalan kapasitas jalan tetapi juga mempersiapkan personel, sistem perambuan, petugas, ambulan dan lainnya. Demikian juga penggunaan aplikasi melalui info toll untuk informasi pengguna jalan.
“Untuk pekerjaan lapangan sudah dihentikan sementara dan fokus melayani arus mudik. Diharapkan hasil evaluasi arus lebaran tahun ini berhasil dengan baik,” tutupnya. (*/fs)







Komentar