oleh

Washliyah Setuju dengan Peningkatan Kompetensi Dai, Bukan Sertifikasi

POSKOTA.CO – Sertifikasi bagi da’i dan penceramah yang dikemukakan Kementerian Agama beberapa waktu lalu telah mendapat penolakan dari berbagai kalangan.

Pemerintah berkeinginan semua da’i atau penceramah baru bisa berdakwah di tengah umat setelah terlebih dahulu disertifikasi Kemenag.

Sebagian besar Ormas Islam menolak rencana dari pemerintah tersebut karena ditakutkannya program sertifikasi tersebut bisa memecah belah umat Islam. Sebaiknya proses sertifikasi para da’i dan penceramah diserahkan kepada Ormas Islam atau MUI.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah KH. Masyhuril Khamis, di Jakarta, Selasa (22/9/2020)

Pemerintah menurut dia, tidak perlu melakukan sertifikasi da’i dan penceramah, sebaiknya yang dilakukan pemerintah yaitu meningkatkan kompetensi para penceramah dengan berbagai pelatihan. “Al Washliyah setuju bila sertifikasi yang dimaksud adalah peningkatan kompetensi para da’i dan penceramah. Sedangkan sertifikasi diserahkan kepada masing-masing pimpinan ormas,” kata Kiai Masyhuril.

Dijelaskannya, saat ini Ormas Islam melalui lembaga pendidikan yang dimilikinya telah melahirkan da’i dan penceramah yang selama ini terus membina umat. Bahkan Al Washliyah diungkapkannya dari dulu telah membuat pelatihan bagi penceramah dan da’i serta mengirimnya ke daerah terpencil yang belum tersentuh dakwah.

“Al Washliyah sudah lama membuat pelatihan bagi para penceramah, bahkan sampai menyusun silabus untuk majelis ta’lim,” terang Kiai Khamis yang juga seorang da’i kondang ini.

Untuk itu ia meminta pemerintah lebih tetap dalam hal peningkatan kompetensi para juru dakwah. (rilis/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *