oleh

Kandaskan Juara Bertahan Pliskova, Halep ‘Pecah Telur’ Juara di Roma

POSKOTA.CO – Mantan petenis putri nomer satu dunia,  Simona Halep (Rumania), akhirnya ‘pecah telor’  mengangkat trofi  di Roma sesudah di final turnamen Internazionali BNL d’Italia 2020 mengandaskan juara bertahan Karolina Pliskova (Rep Ceko) 6-0, 2-1 ret, Senin (21/9/2020), di Court Cetrole Roma,, Italia.

Halep akhirnya meraih gelar pertamanya di Roma setelah dua kali finis sebagai runner-up  di edisi sebelumnya. Unggulan utama itu  meraih kemenangan setelah juara bertahan dan rival lama Pliskova terpaksa menyudahi perlawanan di set kedua  karena cedera paha kiri.

“Saya akhirnya menang,” kata Halep usai pertandingan seperti dilansir WTAtennis.com. “Saya suka turnamen ini, dan saya bermain bagus di sini hampir setiap tahun, kecuali tahun lalu. Saya mulai menaikkan peringkat saya di turnamen ini pada tahun 2013, jadi saya selalu bermimpi memiliki gelar ini. Saya sungguh senang itu terjadi hari ini, ” lanjut Halep.

Halep mencapai final berturut-turut di Roma pada 2017 dan 2018. Tapi dari dua final itu dia belum berhasil meraih gelar. Baru di final musim 2020 ini akhirnya dia mampu ‘memecahkan telor’ untuk menyudahi kegagalan di final.

“Saya memainkan begitu banyak pertandingan di sini selama bertahun-tahun, dan saya suka bermain di lapangan ini,” tutur Halep. “Tapi baru kali ini saya sukses mendapatkan gelar. Saya hanya ingin tersenyum sekarang. Saya sangat menikmatinya, “tambah Halep.

Halep dan Pliskova berhadapan untuk ke-12 kalinya dalam karir mereka. Ia memimpin keseluruhan head-to-head sebelum final,  namun Pliskova-lah yang memenangkan tiga dari empat pertemuan terakhir mereka, termasuk lapangan tanah liat terbaru mereka  di Mutua Madrid Open 2018 – di mana Halep pernah menjadi juara bertahan dua kali.

“Saya ingat pertandingan yang kami mainkan di Shenzhen tahun lalu. Saya memimpin di sana dan memiliki peluang, tetapi saya tidak memanfaatkannya. Saya membuat beberapa permainan yang salah di sana,” aku Halep. ” Kami menganalisis itu, dan hari ini, semua yang ada di kepala saya adalah untuk menjadi cepat, tidak memberinya waktu untuk memukul karena dia memiliki tembakan yang sangat kuat. Saya melakukan itu, dan melakukannya dengan sangat baik. Hari ini, saya merasa permainan saya 100% di tangan saya. Dia memiliki servis yang kuat, forehand dan backhandnya luar biasa. Dia memiliki semua pukulan, dan lapangan di sini mungkin sedikit lebih cepat daripada lapangan tanah liat lainnya, jadi itulah mengapa dia menang tahun lalu dan merasa sangat baik,” sambungnya.

Halep berjuang melalui semifinal yang menegangkan melawan sesama mantan petenis nomor satu dunia dan juara Roland Garros,  Garbiñe Muguruza (Spanyol), yang mampu dilewatinya melalui laga dramatis tiga set. Sementara Pliskova mengalahkan rekan senegaranya Marketa Vondrousova.

Di final, Pliskova muncul dengan paha kiri yang terlihat terbungkus dan  membuatnya kurang ritme pada servis pertamanya. “Saya berharap siap untuk Roland Garros,” kata Pliskova usai pertandingan. “Masih ada satu minggu, jadi saya pikir itu banyak waktu. Saya mungkin bisa bermain pada hari Minggu, tetapi dalam beberapa hari, saya berharap mereka akan membantu. Saya harus ke dokter untuk memastikan cederanya tidak terlalu parah,” tambah Pliskova.

Ditambahkan Pliskova, cederanya mungkin disebabkan dirinya telalu banyak mengikuti turnamen. “Saya Saya pikir itu karena memainkan begitu banyak pertandingan sulit berturut-turut,” ujar Pliskova. “Daya harus bertanding tiga set, dan juga mungkin karena peralihan yang cepat dari lapangan keras (AS Terbuka) ke lapangan tanah liat (Internazionali BNL d’Italia ). Pergeseran dan lari dalam dua pertandingan terakhir, saya mulai merasakannya melawan Mertens dan itu berkembang setiap hari. Seandainya pertandingan kemarin berlangsung tiga set, saya pikir itu akan sangat sulit bagi saya untuk sampai ke final ini,” imbuhnya. (dk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *