oleh

The 4th Siloam Oncology Summit 2024 Bahas Masa Depan Pemeriksaan dan Deteksi Dini Kanker

JAKARTA – Siloam Hospitals Grup, melalui Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi gelar event nasional tentang Onkologi selama dua hari (24-25 Mei 2024) di Hotel JW Marriott, Jakarta. Bertajuk ‘The 4th Siloam Oncology Summit 2024’, kegiatan terdiri dari Simposium,  workshop dan lomba poster yang diharapkan dapat mengambil peran, sebagai kontribusi dalam penanganan kanker di Indonesia.

Pada pembukaan The 4th Siloam Oncology Summit 2024, Managing Director Siloam Hospitals Grup dr. Grace Frelita M.M. dalam pidatonya mengatakan, hingga saat ini meskipun kemajuan dalam penanganan kanker di Indonesia terus berkembang, ternyata masih banyak pasien yang mengalami sejumlah faktor hambatan dalam menjalani perawatan kanker.

“Beberapa faktor penghambat yaitu, nilai pendapatan, tingkat pendidikan,kondisi geografis dan diskriminasi berdasarkan  jenis kelamin, usia, etnis, disabilitas serta status sosial dan gaya hidup; merupakan beberapa alasan yang secara negatif dapat mempengaruhi kesenjangan dalam penanganan kanker. Karena itu dalam momentum ini, kami menyatukan suara dan mengambil Tindakan,” tutur dr. Grace.

Masih menurut dr. Grace, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai rumah sakit khusus kanker, berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan perawatan kanker yang terbaik serta membangun hubungan yang lebih kuat serta kolaborasi dengan seluruh stakeholders agar pelayanan kanker di Indonesia ke depannya dapat semakin baik.

Peran Siloam Hospitals Grup

Siloam Hospitals Grup sebagai jaringan rumah sakit terbesar di Indonesia yang telah memiliki 41 Rumah Sakit yang tersebar di seluruh Indonesia, konsisten berkontribusi dalam penanggulangan kanker di Indonesia, hal ini sejalan dengan transformasi kesehatan yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Sebagai Oncology Hub and Spoke , MRCCC Siloam Hospitals Semanggi berkomitmen untuk menyebarluaskan lebih banyak lagi mengenai penanganan kanker di Indonesia, sehingga pasien tidak perlu lagi untuk pergi berobat ke luar negeri, karena saat ini pengobatan kanker di Indonesia sudah cukup mumpuni dan tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dokter-dokter yang menangani pasien kanker dapat memperoleh ilmu baru yang akan berguna dalam menangani sejumlah pasien kanker di setiap rumah sakit”, tambah dr. Grace.

Pada kegiatan simposium dan workshop,  pembaruan ilmu dalam pelayanan kanker dibahas melalui beberapa topik besar, di antaranya Breast Cancer (Kanker Payudara), Gastrointestinal Cancer (Kanker Saluran Pencernaan, Hati, Empedu dan Pankreas), Lung Cancer (Kanker Paru), Endometrial Cancer (Kanker Endometrium pada Rahim), Leukemia and Multiple Myeoloma (Kanker darah dan kelainan sumsum tulang), Genitourinary Cancer (kanker sistem saluran kemih), Thyroid Cancer (Kanker Tiroid), Head & Neck Cancer (Kanker Kepala Leher), Nephrooncology (Kanker Ginjal), Brain Tumor (Kanker Otak), Cancer in Pediatric (Kanker pada Anak), Bone Cancer (Kanker Tulang), Pelayanan Paliatif serta Cancer Research & Cancer Registry

Simposium turut membedah lebih dalam mengenai teknologi terkini pada perkembangan penelitian seputar kanker,  deteksi dini dan diagnosis  Kanker serta terapi kanker dan  perawatan paliatif yang digunakan untuk menangani penyakit atau kondisi medis yang serius atau mengancam nyawa dengan mengurangi rasa sakit dan gejala fisik, emosional, serta psikososial.

Pada sesi Workshop, dilakukan pemaparan materi dan pelatihan lebih mendalam mengenai Endoscopic Ultrasound (EUS) innovation in managing of Hepatobiliary Cancer. Workshop ini merupakan kolaborasi antara Asian Endoscopy Group dan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Melalui pemanfaatan teknologi EUS, diharapkan para peserta dilatih untuk melakukan diagnosis dan terapi yang tepat pada pasien dengan kanker hari dan empedu.

Melalui kegiatan The 4th Siloam Oncology Summit 2024 ini, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai rumah sakit yang fokus terhadap penanganan kanker, dapat menjadi barometer Nasional bagi penelitian dan penanganan kanker, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penanganan kanker berskala Internasional. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *