oleh

Puan Maharani, Kapolri, Panglima TNI dan Sejumlah Menteri Pantau Sekat Pemudik di Brebes

POSKOTA.CO – Ketua DPR RI Puan Maharani memantau pelaksanaan penyekatan arus mudik Idul Fitri 1442 H di Gerbang Tol Pejagan (Km. 248), Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (9/5) siang.

Puan yang didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri PUPR M. Basoeki Hadi Moeljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, Asops Kapolri Irjen Pol. Imam Sugianto, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Korpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Verdianto Iskandar, serta Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

Rombongan tersebut dengan menggunakan helikopter untuk melihat dari udara pergerakan kendaraan para pemudik.

Rombongan disambut sejumlah pejabat antara lain Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol. Akhmad Luthfi, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Infanteri Dwi Lagan Safrudin, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, Dandim 0713 Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan beserta Dandim jajaran Pantura, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto beserta Kapolres jajaran Eks Karesidenan Pekalongan, serta jajaran Forkopimda Brebes lainnya.

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan dalam press conference di Tol Gate Pejagan, rangkaian penyekatan secara berlapis yang dilakukan di 381 pos penyekatan di 3 provinsi (Lampung di Pelabuhan Bakauheuni, Banten di Pelabuhan Merak dan Gerbang Tol Cikarang Barat di Tol Cikampek Km. 31, dan di Brebes Jateng), memang membuat masyarakat tidak nyaman namun itu merupakan langkah untuk menjaga masyarakat agar tetap sehat di saat pandemi covid 19 ini.

Dari laporan yang masuk sampai hari ini, di Jateng ada 32 ribu, di Jabar kurang lebih 10 ribu, dan di Jatim kurang lebih 2-3 ribu calon pemudik yang terjaring penyekatan.

“Dari himbauan larangan dan penyekatan mudik, dari angka 18% pemudik turun menjadi 11% atau 11 juta jiwa,” terangnya.

Kapolri berharap angka tersebut dapat bertahan sampai akhir lebaran, sehingga angka tertular covid hari ini bisa menurun yang mencapai 6.300 dari sebelumnya 4 ribu.

Kapolri berharap petugas gabungan ketat menerapkan Prokes 3T, yaitu Tracing, Treacer, dan Treatmen.

“Saya harap angka ini tetap dapat kita pertahankan sebagai upaya pengendalian covid-19.saya, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memahami larangan mudik demi kebaikan kita bersama,” tuturnya mengapresiasi.

Sementara Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani mengatakan kunjungannya ikut memantau adalah sesuai fungsi pengawasan DPR, dan ia menilai dari pantauan di udara, situasi di tol dan Jalan Raya Pantura cukup lancar dan terkendali.

“Dari 381 pos penyekatan yang sudah disiapkan oleh Polri yang di backup instansi terkait di 3 provinsi tersebut, saya rasa sudah bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa larangan mudik merupakan kebijakan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus covid-19, dimana sampai saat ini masih naik-turun tingkat penyebaran kasusnya di seluruh wilayah NKRI.

“Kita paham keinginan masyarakat untuk berlebaran dengan bertatap muka langsung/fisik. Larangan mudik ini mungkin keputusan terbaik namun tidak paling baik untuk mencegah penyebaran pandemi,” katanya.

Puan mencontohkan, di negara India kasus covid lebih parah karena tidak ada pengendalian yang berlanjut dengan baik. Untuk itu dirinya menghimbau warga untuk menahan diri agar diri sendiri, keluarga, dan bangsa Indonesia terlindungi.

Hal yang sama disanpaikan Menteri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pihaknya mendapatkan mandat Presiden untuk memastikan armada distribusi logistik dan Alkes tidak terhambat karena untuk kebutuhan masyarakat dalam merayakan Idul fitri dan kesehatan.(imam/fahroji/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *