oleh

Propaktani, Perubahan Pola Pertanian Baru dengan Perbaikan Aspek Manajemen

-Nasional-42 views

POSKOTA.CO-Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengembangkan kawasan korporasi tanaman pangan di banyak kabupaten untuk memperkuat kelembagaan petani melalui model bisnis yang dilakukan secara berkelompok. Oleh karena itu telah dilakukan  sosialisasi dan peningkatan SDM korporasi tanaman pangan di Bogor beberapa hari lalu yang menghadirkan perwakilan wilayah yang akan menjadi pilot project Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi atau lebih dikenal dengan Propaktani.

“Membangun korporasi tidaklah mudah, sebab kalau dipahami ini seperti merubah peradaban dari pola lama ke pola baru,” kata  Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi.

Menurut dia, cara-cara kerja sebelumnya dengan korporasi akan berubah semua termasuk didukung sistemnya sehingga Propaktani merupakan perubahan pola pertanian baru dengan perbaikan aspek manajemen.

“Perubahan pertama berupa rekayasa sosial, yaitu rekayasa kelembagaan. Apa yang ada selama ini dibuat naik kelas. Mari kita menuju peradaban baru dengang cara yang lebih baik dibanding sebelumnya karena 2020 ini mulai tongggaknya. Siapa yang kerja cepat akan dapat,” demikian papar Suwandi dalam pertemuan tersebut.

Dalam hal korporasi ini, Suwandi menjelaskan, ada perbaikan tidak hanya kelembagaan petani menjadi korporasi tapi juga perbaikan teknis budidaya. Cara penyiapan agroinput, modal, asuransi, hilirisasi dan pemasaran semua akan berubah.

“Nilai tambah korporasi terbesar di hilir, tidak ada limbah terbuang. Bahkan contohnya bonggol jagung pun masih bisa diekpsor, semua bisa dimanfaatkan. Sesuai dengan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Kami berharap arah kedepan proses industri menggunakan hal tersebut supaya ada nilai tambah,” tambah Suwandi.

Suwandi pun meminta semua mulai bergerak membangun korporasi sehingga yang menjadi keluhan petani bisa diselesaikan. Prinsip yang digunakan adalah One region one price, artinya petani menikmati harga sama untuk kualitas yang sama.

“Inilah yang bisa mensolusi aspek hulu, on farm dan hilir,” sebutnya.

Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Ugi Sugiharto pun merinci ada 130 kabupaten yang dikembangkan korporasi padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar dan porang. Target di tahun 2020 ada 130 kawasan korporasi, mudah-mudahan bisa terimplementasi di tahun ini.

Untuk korporasi padi, lanjut Ugi, Kabupaten Indramayu dan Demak menjadi proyek percontohan atau korporasi tanaman pangan yang akan dikembangkan di wilayah lainnya. Kementan menargetkan korporasi padi akan diimplementasikan di 80 kabupaten. (*/fs)


 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *