BOGOR – Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas nasional dengan memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), meskipun kondisi ekonomi global dan domestik tengah menghadapi tekanan. Sikap ini ditegaskan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menilai bahwa menjaga daya beli masyarakat merupakan prioritas utama dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap ekonomi rakyat kecil.
Dalam konteks nasional, keputusan untuk menahan kenaikan harga BBM dipandang sebagai langkah strategis guna meredam potensi gejolak sosial dan ekonomi. Stabilitas harga energi memiliki peran penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus memberikan kepastian bagi sektor usaha, khususnya pelaku UMKM dan transportasi.
Sekretaris Jenderal DPP Permas Nusantara, Arief Budiman, menyatakan bahwa kebijakan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat luas di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Menahan harga BBM di kondisi seperti sekarang adalah langkah yang tidak mudah, namun sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan daya tahan masyarakat,” ujar Arief melalui rilisnya, Sabtu (11/4/2026).
Hal senada disampaikan Ketua DPD Permas Nusantara Jakarta, Andy Sulistiawan. Ia menilai bahwa kebijakan tersebut memberikan dampak langsung bagi keberlangsungan sektor produktif di daerah. Menurutnya, kestabilan harga BBM membantu pelaku usaha menjaga biaya operasional tetap terkendali, sehingga aktivitas ekonomi di tingkat bawah dapat terus berjalan tanpa tekanan tambahan.
Lebih jauh, langkah pemerintah ini juga mencerminkan pendekatan kehati-hatian dalam pengelolaan kebijakan publik. Di tengah fluktuasi harga energi global dan tekanan fiskal, keputusan untuk menahan kenaikan BBM menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi makro dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kebijakan ini, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas nasional secara menyeluruh, baik dari sisi ekonomi maupun sosial, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap arah kebijakan negara di tengah situasi yang menantang. (yopy/in)







Komentar