oleh

Para Pemuda Diajak untuk Jadikan Hidup tanpa Rokok sebagai Gaya Hidup  

JAKARTA-Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengajak para pemuda Indonesia untuk menjadikan hidup tanpa rokok sebagai gaya hidup (lifestyle) baru. Hal tersebut disampaikan oleh Menkes pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang digelar di Jakarta pada Selasa (4/6/2024).

“Pelarangan merokok sudah dilakukan, tetapi lebih kalua bisa yang keluar dari hati mereka sendiri untuk tidak melakukannya (merokok),” kata Menkes.

Menurut Menkes pembiasaan menjadi gaya hidup akan jauh lebih efektif untuk menurunkan prevalensi merokok disbanding melalui pendekatan regulasi.

“This is the best movement untuk hidup sehat, tanpa kita keluarin uang, tanpa kita suruh, tanpa instruction, tanpa regulation, semua orang lakukan itu,” lanjut Menkes.

Ia mencontohkan dengan tren masyarakat gemar berlari dan bersepeda yang kini banyak dilakukan sebagai bagian pembiasaan gaya hidup sehat. Maka tidak merokok bisa juga dilakukan sebagai pembiasaan hidup sehat.

Menkes Budi menyebut upaya yang sama juga telah terbukti dengan munculnya budaya minum kopi yang dinilai lebih keren untuk mengonsumsinya tanpa gula, dibandingkan dengan yang menggunakan gula, yang dapat membantu menekan prevalensi diabetes di Indonesia.

Hal yang sejenis, ungkap Menkes, merupakan strategi yang juga diaplikasikan oleh industri tembakau kepada masyarakat, agar seolah-olah masyarakat yang merokok terlihat keren, dan akhirnya kini menjadi gaya hidup yang dilakukan oleh banyak orang di Indonesia. Padahal merokok jelas bukan bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.

“Anak-anak muda di belakang, tanya, gimana caranya supaya anak muda melihat merokok is not cool, enggak gaya, bukan zaman sekarang, merokok adalah orang tua,” tegasnya.

Pembiasaan hidup tanpa rokok kepada anak muda, menurut Menkes bisa menjadi upaya baru dalam mengurangi prevalensi perokok baru di Indonesia, di mana pada umumnya anak muda memiliki sifat “semakin dilarang, semakin dilakukan”.

“Aku lagi nyari yang di anak-anak, figur-figur seperti itu yang ditiru, sehingga kalau kita bilang ‘oh ngerokok enggak cool deh, aku enggak ngerokok, aku sukanya makan salad’. Jadi, semua orang akan geser enggak ngerokok dan beralih makan salad,” ucapnya.

“Atau, ada yang bilang misalnya ibu-ibu atau bapak-bapak dibilangin bahwa ngapain uang rokok itu kita kurangin. Kita hilangkan, itu cukup buat beliin telur sekeluarga berapa bulan, jadi stunting bisa hilang. Nah, itu kan mesti ada cara-cara yang kreatif untuk bisa mendidik masyarakat dengan cara seperti itu. Saya merasa ini lebih efektif dari pelarangan semata,” ujarnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *