BANDUNG BARAT – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa penguatan ekonomi perempuan menjadi salah satu kunci dalam membangun keluarga tangguh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, perempuan harus mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, peningkatan kapasitas, serta kesempatan mengembangkan potensi ekonominya.
Dalam kunjungan kerjanya di Bandung Barat, Arifah bersama mitra kerja dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pusat Statistik (BPS) meninjau Kelompok Bukit Berlian, salah satu kelompok nasabah binaan PNM Mekaar yang beranggotakan 15 perempuan pelaku usaha. Sejak 2024, kelompok tersebut telah memperoleh pembiayaan dengan total plafon mencapai Rp67 juta.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar perempuan memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, peningkatan kapasitas, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya,” kata Arifah.
Ia menambahkan, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan keluarga dan memastikan hak-hak perempuan serta anak dapat terpenuhi. Menurutnya, penguatan ekonomi harus berjalan seiring dengan terciptanya lingkungan keluarga yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA juga menyaksikan pertemuan rutin antara Account Officer (AO) PNM dengan kelompok nasabah. Selain menjadi sarana pembayaran angsuran, pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai wadah pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, penguatan literasi keuangan, hingga mendorong kemandirian perempuan pelaku usaha.
Arifah turut mengunjungi Bank Sampah Bukit Berlian yang dikelola Ema Suranta, nasabah PNM Mekaar yang mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot. Berbekal kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar, Ema berhasil mengembangkan praktik ekonomi sirkular yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.
Melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan PNM, kelompok tersebut kini mampu mengolah sekitar 500 kilogram sampah organik setiap pekan. Hasil budidaya maggot dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk peternakan ayam dan budidaya lele bioflok, sementara residunya diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Melalui data berkualitas, akses pembiayaan, dan pendampingan berkelanjutan, pemerintah berharap semakin banyak perempuan menjadi pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. (din)







Komentar