oleh

Jajaki Kerja Sama APJII, ITPLN Perluas Kelas Karyawan dan Rekrutmen Lulusan

JAKARTA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjajaki kerja sama strategis dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Region Jakarta untuk memperluas peluang kelas karyawan, magang hingga rekrutmen lulusan ITPLN di industri internet, telekomunikasi, data center, dan teknologi informasi.

Wakil Rektor III ITPLN Purnomo mengatakan, penjajakan kerja sama ITPLN dan APJII memiliki irisan kuat karena ekosistem internet dan telekomunikasi membutuhkan kompetensi teknologi yang juga berkembang dalam lingkungan pendidikan energi dan ketenagalistrikan. Kerja sama itu rencananya akan diarahkan pada kelas karyawan, magang, kuliah tamu, hingga rekrutmen lulusan.

“Pertemuan ini membahas potensi kemitraan strategis antara ITPLN dan APJII Region Jakarta. Beberapa area kerja sama konkret telah diidentifikasi dan penjajakan akan dilanjutkan dengan penyusunan draft MoU dan PKS,” ujar Purnomo saat berbincang di Jakarta, Senin (14/9/2026).

ITPLN saat ini memiliki empat fakultas dan dua sekolah, yakni Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana, dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3, serta Program Profesi Insinyur. Dalam skema pendidikan, mahasiswa ITPLN diwajibkan menjalani dua kali magang. Sebanyak satu bulan dilakukan di PLN dan lima bulan berikutnya di institusi atau perusahaan lain. “Skema ini dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk mengenal kebutuhan industri sejak sebelum lulus,” ucapnya.

Salah satu agenda lainnya yang dibahas adalah pembukaan kelas karyawan untuk anggota APJII. Program tersebut dirancang menggunakan sistem hybrid sehingga karyawan dapat mengikuti perkuliahan secara daring pada malam hari dan hadir secara langsung pada agenda tertentu, termasuk sidang.

Perwakilan APJII Region Jakarta, Hendri, berharap, kelas karyawan yang dibuka APJII dengan ITPLN nantinya tidak dibebani persyaratan kuota minimal pada tahap awal. Sebaiknya, kata Hendri, pemberlakuan kuota dan skema diskon dilakukan setelah mendapat respon baik dari anggotanya.

“Tidak perlu ada minimal kuota di awal. Kita mulai kecil dulu, biarkan word of mouth bekerja. Kalau sudah berjalan dan peminatnya semakin banyak, baru kita standarkan kuotanya,” kata Hendri. Dia mengungkapkan, APJII Region Jakarta telah berusia sekitar 30 tahun dan memiliki sekitar 400 perusahaan anggota yang bergerak di sektor telekomunikasi dan internet. Di antara anggotanya terdapat Telkom, Biznet, XL, Indosat, dan Icon Plus.

Menurut Hendri, kebutuhan industri di sektor telekomunikasi dan internet saat ini semakin spesifik. Kandidat yang telah memiliki pengalaman magang di bidang relevan cenderung lebih diprioritaskan dibandingkan mereka yang hanya memiliki pengalaman akademik.

“Kandidat yang sudah pernah magang di industri yang relevan tentu lebih kami utamakan. Mereka sudah mengenal ritme kerja dan kebutuhan industri dibandingkan kandidat yang belum memiliki pengalaman praktis,” kata Hendri. Untuk posisi teknis seperti Network Operations Center (NOC), kemampuan teknis menjadi pertimbangan utama. Namun, Hendri menegaskan integritas tetap menjadi persyaratan yang tidak dapat ditawar. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *