JAKARTA– Mewujudkan pendidikan bermutu dan berkualitas yang merata membutuhkan partisipasi semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menyampaikan pidato kunci dalam Forum Diskusi (Fokus) bertajuk “Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045: Pendidikan Berkualitas yang Merata” yang digelar Tanoto Foundation.
“Pendekatan yang kami sebut partisipasi semesta, dimana semua pihak terlibat, semua komponen dapat saling bekerja sama,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Praptono seusai menyampaikan pidato kunci dalam forum diskusi tersebut di Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Menurut Mu’ti, peran pemerintah saja tidak akan mampu untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu bagi segenap anak bangsa. Sekuat apa pun pemerintah, sebanyak apa pun dana yang dimiliki, tidak akan mampu untuk memberikan layanan pendidikan bermutu.
Karena itu pihaknya mengapresiasi terhadap adanya dukungan dari mitra-mitra strategis dan pihak-pihak yang selama ini memang sangat mendukung program-program pihak kementerian.
Kembangkan Kolaborasi
Karena itu Abdul Mu’ti menyampaikan, kedepan pihaknya akan mengembangkan kerja sama atau kolaborasi yang lebih kreatif dan inovatif dengan beragam pihak. “Ke depan juga, dapat kita tingkatkan lagi dalam format dan bentuk yang lebih kreatif dan lebih inovatif lagi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mu’ti mencontohkan implementasi partisipasi semesta itu adalah kerja sama antara Kemendikdasmen dan organisasi filantropi independen di bidang pendidikan seperti Tanoto Foundation.
Menurutnya, peran Tanoto Foundation sangat penting dalam mendukung upaya perwujudan pendidikan berkualitas yang merata, seperti melalui Forum Diskusi (Fokus) 2024 itu. Selain itu Tanoto Foundation juga berkontribusi mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata dengan melatih guru-guru dan kepala-kepala sekolah di Indonesia.
Dia berharap kerja sama tersebut dapat terus terjalin demi menghadirkan pendidikan berkualitas untuk menyambut Indonesia Emas pada 2045. “Saya sempat membayangkan itu, kalau misalnya Tanoto ini bisa menjadi mitra kami untuk pembangunan berapa sekolah dan bahkan mungkin mencari dan menjadi model, menyelenggarakan model pendidikan di daerah tertentu yang nanti kita kerjakan bersama-sama,” ujarnya.
Tanoto Foundation Terus Mendukung
Sementara itu Country Head Tanoto Foundation Indonesia Inge Kusuma mengatakan, pihaknya akan terus mendukung agenda nasional, yakni pembangunan pendidikan berkualitas yang merata di tanah air.
“Kami percaya pendidikan berkualitas dapat mempercepat kesetaraan peluang dan kami berkomitmen untuk selalu mendukung program pemerintah serta menciptakan dampak yang nyata,” ujarnya.
Komitmen tersebut, menurut Inge, salah satunya diwujudkan oleh Tanoto Foundation dengan menyelenggarakan Forum Diskusi atau Fokus. Ia menyampaikan Fokus merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Tanoto. Pertama kali, Fokus digelar pada Desember 2023.
Fokus pada tahun 2023 telah menghasilkan sejumlah pemikiran dan aksi. Di antaranya adalah para pemangku kepentingan di dunia pendidikan yang menghadiri forum itu menyatakan sepakat menjalin kerja sama untuk peningkatan profesionalitas guru, pengembangan sumber daya manusia sebagai agen perubahan, dan penguatan bahan ajar dan media.
Lalu, ada pula dukungan terhadap kehadiran beragam inovasi di bidang pendidikan dan berkontribusi menyebarkan praktik baik terkait program pendidikan berkualitas.
“Juga dalam satu tahun, selain program pintar melalui pelatihan guru, kepala sekolah, kami juga mendukung penguatan kebijakan di tingkat nasional dan daerah,” tutupnya. (*/fs)







Komentar