oleh

Mendikbud: Guru yang Mengikuti Program PembaTIK Menjadi Bibit Penggerak

-Nasional-73 views

POSKOTA.CO – Guru yang mengikuti program pelatihan pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) merupakan bibit guru penggerak. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengaku bangganya karena program pelatihan guru PembaTIK pada tahun ini diikuti lebih dari 60.000 guru atau naik hingga seribu persen dibanding dua tahun lalu.

“Angka itu merupakan pencapaian yang luar biasa yang berarti  menjadi penanda bahwa banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam mengimplementasikan teknologi ke dalam proses belajar,” kata  Nadiem pada kuliah umum “Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar” di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Menurut dia, saat ini semua pihak mengalami masa pandemi Covid-19. Situasi ini memaksa hampir semua orang harus  lebih keras dan lebih cerdas dala mengikuti pembelajaran sehingga semua tetap dapat berlangsung dengan baik.

Dalam penguasaan teknologi kompetensi guru menjadi krusial atau sangat penting. Para guru PembaTIK merupakan bibit guru penggerak.

Dengan inisiatif dan semangat tinggi guru-guru agar  terus berpacu dengan tuntutan zaman. Tantangan di masa depan tidaklah  akan lebih mudah.

Semangat gotong royong yang semakin mantap pada masa pandemi hendaknya dapat diteruskan, agar para guru lebih siap beradaptasi dan siap melakukan tindakan serta tidak lagi menunggu perubahan itu terjadi.

Inisiatif para guru untuk terus berinovasi akan terus didukung Kemendikbud. Dia beharap  kemerdekaan dalam belajar dan mengajar melalui inisiatif inovasi para guru segera  dapat  tercapai.

Sementara itu Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie, mengatakan, PembaTIK merupakan sebuah gagasan bagaimana para pendidik berkolaborasi untuk meningkatkan kompetensi TIK.

Pada tahun 2020 ini aktivitas PembaTIK  mengacu pada standar kompetensi UNESCO dimana ada empat yakni level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi.

“Pada level literasi, para guru diperkenalkan dengan TIK dasar baik dari sisi definisi, konsep, perangkat, dan bagaimana memanfaatkan internet secara sehat dan aman,” kata Chabibie.

Semenetara untuk level implementasi para guru sudah masuk pada pembelajaran abad 21 yang mana banyak hal yang bisa dicoba di lapangan dan disesuaikan dengan fitur Rumah Belajar.

Pada level ini proses berlangsung secara maya karena masa pandemi Covid-19 ini. Sedangkan level ketiga adalah level kreasi dimana praktik  pembelajaran dapat dinikmati bersama baik dalam bentuk media pembelajaran, video, dan lainnya.

Dan pembaTIK pada level empat merupakan guru yang tersaring dari sekian ribu peserta dan mampu secara komunikatif membagikan semua kemampuan yang mereka miliki. Entah dalam membuat video, artikel, atau melakukan komunikasi efektif lainnya. (*/fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *