JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengingatkan tiga peran penting bagi seluruh pegawai Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di daerah perbatasan dalam menjaga perbatasan, menyelesaikan masalah sengketa batas wilayah dan membagun kawasan perbatasan.
“Saya ingin menggarisbawahi sekali lagi tugas BNPP yang paling utama ada tiga hal yang harus selalu diingatkan saat bertugas,” kata Mendagri Tito Karnavian saat peringagan HUT ke 15 BNPP di Sekretariat BNPP Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Tugas BNPP yang pertama yaitu menjaga perbatasan yang dirasakan masih kurang karena jumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sekarang masih 15 yang sudah beroperasi dibawah BNPP dan yang perlu diperhatikan afalah zona inti dan zona pendukung di PLBN berfungsi maksimal untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat perbatasan.
Mendagri melanjutkan penjelasan, tugas utama BNPP yang kedua adalah menyelesaikan sengketa batas wilayah negara, baik di perbatasan darat dan laut serta menyelesaikan garis batas yang belum jelas.
Sengketa batas negara wilayah barat terjadi di Kelimantan serta Timor Leste, ujarnya di Kalimamtan Utara terdapat di Sebatik. Krayan untuk Timor Lete terdapat di NTT berbatasan Distrik Otonomi Oecusse atau Oecusse-Ambeno.
“Begitu juga dengan Papua Nugini tidak ada sengketa batas, tetapi batasnya mudah dilintasi mudah diterobos dan rapuh,” imbuhnya termasuk perbatasan laut antara lain natuna, selat malaka, kemudian Sulawesi utara, mudah sekali ditembus.
Untuk tugas ke tiga bagi pegawai BNPP adalah membagun daerah perbatasan agar terjadi pemerataan pembangunan dan keadilan. “Kalau rakyatnya makmur sejahtera menjadi buffer zone, benteng untuk mengamanakan perbatasan mengamanakan kedaulatan. tiga itu tugas Utama, jangan keluar dari situ,” katanya. (anton)







Komentar