oleh

Korlantas Polri Siapkan Strategi Atasi Kemacetan di Bandara Ngurah Rai Bali

JAKARTA–Polri bersama Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali melakukan evaluasi dan menyiapkan strategi terkait kemacetan. Salah satunya terjadi saat liburan akhir tahun 2023 khususnya pada jalur menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, Otoritas Bandara, Polda Bali perlu merumuskan strategi ke depan. Tujuannya untuk mengatasi dan menghindari kemacetan seperti yang terjadi pada liburan akhir tahun 2023.

Hal itu dikatakan Irjen Aan usai menggelar rapat terbatas dengan semua pemangku kepentingan lainnya di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Badung dikutip, Rabu (10/1/2024). Diakuinya ada
beberapa penyebab yang mempengaruhi kemacetan di jalur menuju Bandara Ngurah Rai.

Dicontohkan, terjadinya peningkatan jumlah penumpang dan volume kendaraan yang masuk ke Pulau Bali serta aktivitas masyarakat yang memarkir kendaraan di pinggir jalan.

Pihaknya menurut Kakorlantas Irjen Aan, mencatat beberapa hal memang ada peningkatan arus puncak orang dan kendaraan. Puncak arus Bandara khususnya tanggal 22 dan 23.

Hasil evaluasi singkat dengan stakeholder terkait lainnya lanjut Irjen Aan, ada beberapa hal yang perlu dibenahi di jalur-jalur menuju Bandara dan di dalam Bandara Ngurah Rai sendiri.

Disebutkan rekayasa lalu lintas, tempat parkir, penambahan jalur dalam bandara hingga rencana jangka panjang membangun jalan layang menuju Bandara Ngurah Rai.

Ke depan akan dilakukan beberapa perubahan rekayasa lalu lintas di seputaran Bandara sampai Tol Bali Mandara. Sementara di dalam bandara sendiri, pihak kepolisian mendapat laporan dari pak GM juga akan melakukan perubahan traffic flow sehingga tidak terdapat crossing (penyebrangan) lagi.

Selain itu, ada beberapa pemindahan taxi ke tempat yang tidak menganggu akses masuk dan keluar Bandara. Program ini masuk dalam solusi jangka pendek, jangka menegah dan jangka panjang yang sudah dikoordinasikan bersama semua pihak dan ditindaklanjuti melalui rapat teknis semua stakeholder.

Program jangka pendek, ke depan di dalam bandara tidak ada lagi crossing flow antara pejalan kaki dan kendaraan. Full taxi dipindahkan di tempat yang tak menganggu. “Otoritas Bandara dan Perhubungan membuat rekayasa lalu lintas saat padat, sedang dan sangat padat,” ujar Irjen Aan.

Menurut Kakorlantas Polri, khusus pada tanggal 29 Desember 2023 kepadatan dan kemacetan lalu lintas dipicu oleh banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan serta kegiatan-kegiatan masyarakat dan ditunjang oleh kondisi jalan di Bali yang sempit.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menyatakan, salah satunya menambahkan untuk mengantisipasi adanya kemacetan di dalam area Bandara. Selain itu akan menambah jalur dan pengaturan tempat penurunan penumpang.(Omi)

Teks foto: Irjen Aan Suhanan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *