oleh

Ketua MPR: Diperlukan Kebersamaan dan Kerukunan agar Indonesia Maju Terwujud

-Nasional-132 views

POSKOTA.CO – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan, sebagai makhluk sosial hidup berdampingan dalam kerukunan dan bekerja sama dalam keharmonisan adalah sebuah keniscayaan. Hanya dengan kebersamaan dan kerukunan, maka cita-cita ‘Indonesia Maju’ yang diidam-idamkan akan dapat diraih bersama.

“Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, bangsa Indonesia kaya akan nilai-nilai dan norma. Termasuk nilai-nilai relijius yang hidup dan berkembang di tengah kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai inilah yang wajib kita jaga, kita rawat dan kita lindungi bersama, dengan dilandasi semangat persaudaraan dan persatuan,” ujar Bamsoet dalam Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Bersama MPR RI, DPR RI dan DPD RI, di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020) malam.

Bagi Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini, anugerah Tuhan kepada manusia berupa kesempurnaan bentuk dan rupa, membuat semua pihak dapat belajar memaknai rasa persaudaraan. Seluruh elemen bangsa Indonesia adalah ibarat satu tubuh. Ketika satu jatuh dan tangan terluka, maka rasa sakit tersebut juga turut dirasakan oleh anggota tubuh yang lain.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tiga kanan), Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti (ketiga kiri), foto bersama  usai Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Bersama MPR RI, DPR RI dan DPD RI, di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020) malam.

“Kita lahir, tumbuh, dan hidup di atas tanah air yang sama, dan berlindung di bawah naungan cakrawala yang sama. Maka sudah sepatutnya kita hembuskan nafas kebersamaan dalam setiap gerak langkah kita sebagai sesama anak bangsa. Inilah perasaan senasib sepenanggungan,” tutur Bamsoet, dalam siaran tertulis yang diterima POSKOTA.co, Kamis (30/1/2020).

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, sejarah perjuangan bangsa Indonesia pun telah memberi pesan berharga, bahwa cita-cita kemerdekaan tidak akan pernah tercapai bila kita masih begitu mudah terpecah-belah. Sikap egois, individualis serta eksklusif, tidak akan pernah menjadi solusi efektif dalam menjawab setiap persoalan bangsa dan tantangan zaman.

“Selaras dengan tema dan sub tema perayaan Natal pada hari ini, yakni ‘Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang’, serta ‘Bekerja Bersama dalam Kerukunan dan Persaudaraan untuk Mencapai Indonesia Maju’, kita sadari bersama bahwa betapa pahit manis kehidupan yang telah menempa kita sebagai sebuah bangsa, telah memberikan kita sebuah cermin untuk berkontemplasi. Persahabatan, kerukunan dan persaudaraan adalah kata kunci yang tidak bisa ditawar-tawar untuk hidup bersama dalam keberagaman,” tandas Bamsoet.

Suasana Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Bersama MPR RI, DPR RI dan DPD RI, di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020) malam.

Untuk mewujudkan kebersamaan, lanjut Wakil Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) ini, diperlukan membangun paradigma yang sama bahwa pluralitas sebagai bangsa adalah realita yang mesti disikapi secara cerdas dan bijaksana. Heterogenitas bangsa adalah kekayaan yang menyatukan, bukan perbedaan yang memisahkan.

“Dalam konteks keindonesiaan, kita pun menyadari sepenuhnya bahwa Indonesia bukan negara agama. Bukan pula negara sekuler. Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa telah memberikan kita tempat untuk berpijak, juga memberikan ruang kemitraan dan kesetaraan bagi kita untuk sama-sama menghadirkan kedamaian di bumi Indonesia. Pancasila memberikan inspirasi dan landasan moral bagi kita untuk membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang berketuhanan, berperikemanusiaan, memegang teguh persatuan, mengutamakan musyawarah, dan adil dalam mewujudkan kesejahteraan,” jelas Bamsoet.

Atas dasar hal itulah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mengajak seluruh elemen bangsa memaknai momen perayaan Natal, tidak hanya dari aspek ritual peribadatan semata. Aspek ruhaniah juga perlu ditindaklanjuti secara horizontal melalui kegiatan-kegiatan yang menebar pesan-pesan perdamaian, dan menggugah semangat persaudaraan dan persatuan.

“Marilah kita jadikan perayaan Natal ini sebagai momentum yang indah bagi kita semua untuk menyadari kembali tugas kita. Baik sebagai umat beragama, maupun sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” pungkas Bamsoet. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *