oleh

Kapolda Metro Jaya Menyayangkan Gaya Penangkapan Coki Pardede

POSKOTA.CO–Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyayangkan atas beredarnya video penangkapan komika Coki Pardede kasus narkoba di media sosial (medsos). Ada 2 poin yang disorot Irjen Fadil, yakni terkait video penangkapan Coki Pardede dan juga anggota bersenjata api laras panjang saat konferensi pers.

Menurut Irjen Fadil, beredarnya video penangkapan sangat tidak elok karena menjadi tontonan publik. “Saya lihat video penangkapan yang viral di medsos. Di samping tidak etis juga merendahkan harkat dan martabat manusia,” kata Fadil, Senin (6/9/2021).

Fadil meminta anggota untuk menghormati hak seseorang meskipun statusnya sebagai tersangka. “Siapapun dia, tetap memiliki hak sebagai individu yang wajib kita hormati dan kita hargai,” ujarnya.

Dia meminta agar personel dalam menyampaikan konferensi pers lebih humanis, terutama di kasus narkoba. “Kalau bukan bandar narkoba, bukan teroris, tidak perlu pakai laras panjang. Enggak usah lagi gagah-gagahan. Acara-acara yang mempertontonkan kekerasan yang bisa ditiru, tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu,” tegasnya.

Video penangkapan Coki Pardede ini juga diulas Fadil dalam perbincangan dengan YouTuber Deddy Corbuzier. “Kalau (yang merekam) polisi, melanggar etik dia. Apalagi kalau tindakan itu menggunakan cara-cara yang tidak baik, kan ada sidang kode etik di polisi biasa,” kata Fadil dalam tayangan tersebut.

Polisi juga dilarang menyebarluaskan video penangkapan pelaku. “Sebenarnya tidak boleh polisi menyebarkan secara etika, ya. Secara etik tidak boleh dia dikerjakan seperti itu, biasanya kalau ada komplain dari masyarakat kami juga evaluasi,” imbuhnya.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *