oleh

Isodel 2021 Digelar Desember, Target Diikuti 1000 Partisipan

POSKOTA.CO – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali akan menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (Isodel). Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Hasan Chabibie berharap masyarakat dari berbagai elemen mendaftarkan diri dalam ajang tersebut.

Mengambil tema ‘Education Technology in The New Normal, Now and Beyond’, Isodel yang rencananya digelar awal Desember 2021 akan menjadi ajang untuk sharing praktik baik pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Seperti kita tahu, pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran selama pandemi mengalami lonjakan yang luar biasa,” kata Hasan dalam Road to Isodel 2021, Rabu malam (27/10).

Aplikasi pembelajaran terbasis teknologi juga bermunculan dengan menawarkan berbagai fasilitas dan kelebihannya.

Ia juga mengakui bahwa pandemi turut mengubah pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan. Ini menjadi bukti bahwa penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan adalah sebuah keniscayaan.

Menurut Hasan, kenormalan baru telah membawa dinamika yang unik dan tantangan khusus bagi pendidikan karena penggunaan teknologi telah mencapai titik yang tidak bisa dipisahkan dalam proses transformasi pendidikan. Proses ini melibatkan berbagai aspek yang memungkinkan inovasi lebih lanjut yang belum pernah ada sebelumnya, yang mengarah pada seruan untuk tindakan strategis sekarang dan selanjutnya.

Beberapa aspek yang diidentifikasi dan menjadi sub tema Isodel 2021 adalah pertama, Industri 4.0 meliputi Big Data, Internet of Things, Artificial Intellegence, Fintech, Virtual and Augmented Reality (VR and AR), Permainan, Kelas dan Kuliah Daring, Statistik, Seminar Daring.

Kedua, Transformasi Pendidikan Digital seperti menutup kesenjangan digital, menjangkau daerah terpencil, akses terbuka, pembelajaran fleksibel, akses disabilitas.

Ketiga, Pendidikan Karakter terdiri atas literasi digital, ketrampilan abad 21, dan ketrampilan hidup.

Keempat, Pendidikan Vokasi terdiri atas sertifikasi profesi, penjaminan mutu, integrasi pendidikan vokasi ke industri 4.0, kompetensi dan kualifikasi. Dan kelima adalah TIK untuk melestarikan budaya.

“Kita akan memotret, bagaimana teknologi pendidikan di era pandemi ini memainkan peran yang penting. Bagaimana dinamika yang terjadi, tantangan, dan keunikan yang hadir dan dirasakan para pihak yang ada di bidang pendidikan,” kata Hasan.

Hasan berharap Isodel akan melibatkan banyak pakar, akademisi, pelaku pendidikan dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan. Dari ajang tersebut juga diharapkan munculnya inovasi, gagasan dan pemikiran baru sebagai rekomendasi atas kebijakan pendidikan masa depan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti mengatakan meski implementasi teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan berbeda antar wilayah tetapi banyak sekolah atau daerah yang berhasil menerapkan teknologi untuk mendukung pembelajaran selama pandemi. “Praktik baik ini nantinya akan disharing sebagai pembelajaran bagi wilayah atau sekolah lain,” lanjutnya.

Sesjen berharap Isodel akan mempertemukan inovasi-inovasi baru pemanfaatan teknologi untuk menunjang proses pembelajaran. Targetnya setidaknya 1000 partisipan akan terlibat dalam ajang ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *