BOGOR – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito mengingatkan media arus utama agar tidak ikut terbawa arus informasi yang beredar di media sosial tanpa melalui proses verifikasi.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, media harus tetap menjadi rujukan publik dengan menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Heddy saat membuka diskusi mengenai kemitraan strategis antara humas DKPP dan media massa. Ia mengatakan, banyak informasi yang beredar di internet masih sebatas isu, opini, bahkan hoaks, namun sering dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat.
Karena itu, jurnalis memiliki peran penting melakukan klarifikasi dan verifikasi sebelum informasi dipublikasikan.
“Jangan sampai media mainstream justru larut mengikuti isu yang berkembang di media sosial. Media harus tetap menjadi penyaring informasi yang kredibel dan bekerja berdasarkan fakta serta kepentingan masyarakat,” ujar Heddy, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), malam.
Dalam kesempatan itu, Heddy juga mengakui peran media sangat penting bagi keberadaan DKPP. Menurutnya, berbagai putusan etik yang dihasilkan lembaga tersebut hanya akan diketahui masyarakat luas melalui pemberitaan media.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada publik, meski ada sejumlah informasi yang belum dapat dibuka demi menjaga independensi proses penegakan kode etik.
Selain itu, Heddy menyoroti maraknya fenomena homeless media atau media tanpa kantor redaksi yang berkembang di era digital. Meski mengakui ada media digital yang bekerja secara profesional, ia menilai tidak sedikit yang memproduksi informasi tanpa memenuhi standar jurnalistik sehingga berpotensi memperluas penyebaran disinformasi di masyarakat.
Heddy menegaskan, kebenaran jurnalistik hanya dapat diperoleh melalui proses verifikasi dan klarifikasi, bukan sekadar mengikuti informasi yang ramai di media sosial.
Ia berharap sinergi antara DKPP dan media massa terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus mendukung penguatan demokrasi melalui penegakan etik penyelenggara pemilu. (din)







Komentar