FKPPI SINERGIKAN PROGRAM ORGANISASI MENUJU CIREBON KOTA ‘RAMAH’ – Poskota.co

FKPPI SINERGIKAN PROGRAM ORGANISASI MENUJU CIREBON KOTA ‘RAMAH’

POSKOTA.CO – Membangun masyarakat madani melalui program pembangunan merupakan keinginan bersama yang harus selalu digagas untuk mewujudkan Cirebon Kota RAMAH (Religius, Aman, Maju, Aspiratif dan Hijau). Untuk itu, upaya mewujudkan program ini, pelibatan semua stackholder (komponen masyarakat) sangat dibutuhan.

Forum Komunkasi Putra-putri Purnawiranan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) Kota Cirebon sangat mendukung dan siap menyinergikan program organisasi menuju Cirebon RAMAH, demikian dinyatakan Ketua FKPPI Kota Cirebon M Danny Jaelani SSos, Senin (20/3).

Menurut Dani, hal lain yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan Cirebon Kota RAMAH adalah dengan adanya keberlanjutan sinergisitas unsur-unsur atau elemen terkait melalui kegiatan terpadu. Pemkot Cirebon tentu institusi yang dapat menjadi motor penggerak menuju perubahan bersama elemen ini.

Anggota Polsek Lemahwungkuk bersama FKPPI melakukan aksi penambalan lubang Jalan Kalijaga Kota Cirebon, belum lama ini.
Anggota Polsek Lemahwungkuk bersama FKPPI Kota Cirebon melakukan aksi penambalan lubang Jalan Kalijaga Kota Cirebon, belum lama ini.

Pemkot sebagai motor penggerak tentunya, lanjut Dani, harus rutin mengadakan gerakan, tahapan-tahapan proses menuju Cirebon RAMAH dengan programnya yang dikolaborasikan dengan mengajak seluruh unsur pendukung yang ada di masyarakat. Sebab, dengan melibatkan banyak unsur akan menjadi sinergis yang saling berinteraksi, baik rasa memiliki, membangun maupun memelihara.

“Pemkot harus menjadi motor penggerak atas potensi dari unsur pendukung yang ada. Sinergitas bersama semua elemen harus diaktifkan dalam rangka mendukung visi RAMAH,” papar Dani.

Harapnya, jika semua bergandengan tangan, diyakini bisa menuju pada perubahan yakni, mewujudkan Kota Cirebon lebih baik dan nyata,” tegasnya. (*/din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.