oleh

Cegah Penularan, IPB Siap Uji Coba Vaksin Merah Putih

POSKOTA. CO – Tindakan pencegahan untuk menangani pandemi Covid-19 salah satunya dapat dilakukan melalui pengembangan dan penggunaan vaksin yang aman dan efektif.

Setelah hampir sebelas bulan masa pandemi (sejak Maret 2020), Indonesia menetapkan penggunaan vaksin Sinovac yang berasal dari China untuk diaplikasikan.

Selain melakukan impor vaksin dari China, saat ini Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin Covid-19 di dalam negeri (vaksin Merah Putih).

Pengembangan vaksin Merah Putih diharapkan dapat menjadi andalan pemerintah Indonesia untuk menanggulangi Covid-19.

Secara umum, vaksin yang digunakan oleh masyarakat harus terjamin keamanan, khasiat dan mutunya. Penjaminan tersebut dapat dilakukan melalui uji preklinis dan klinis.

Pengujian preklinis dilakukan dengan menggunakan hewan coba. Ini merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin sebelum dilakukan uji klinis pada manusia.

Food and Drug Administration (FDA) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mensyaratkan pengujian preklinis sebagai investigasi penjaminan keamanan dan khasiat obat baru.

Pengujian preklinis dapat digunakan sebagai uji awal untuk mengevaluasi respon pemberian vaksin baik akut, subkronis, kronis, teratogenisitas, farmakodinamik, dan biodistribusi dengan menggunakan hewan sebagai ujicoba.

Hewan ujicoba yang biasa digunakan untuk pengujian preklinis terdiri atas non primate animals (mencit, tikus, kelinci) dan non-human primates (monyet rhesus).

“IPB University merupakan salah satu perguruan tinggi yang berkompeten, independen, dan terakreditasi, serta juga memiliki kemampuan, sarana dan prasarana memadai dalam bidang medis dan kesehatan termasuk berbagai pengujian preklinis obat, baik obat hewan maupun manusia termasuk vaksin. IPB University memiliki pengalaman dalam melakukan berbagai pengujian klinis pada obat hewan dan manusia baik untuk kepentingan registrasi maupun pengembangan produk,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University, Prof drh Deni Noviana, PhD, DAiCVIM.

Menurutnya, pengujian preklinis terhadap vaksin Merah Putih Covid-19 yang dapat dilakukan oleh IPB University terdiri atas tiga kegiatan utama.

Pengujian preklinis secara in vitro (pengujian respons imunitas), in vivo (pengujian toksisitas akut, subkronis, kronis, teratogenisitas, farmakodinamik dan biodistribusi) pada tikus, serta pengujian imunogenisitas dan adverse effect pada non-human primates.

“FKH dan Pusat Studi Satwa Primata (PSSP), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University memiliki fasilitas yang lengkap dan didukung sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan ahli di bidang pengujian obat, termasuk di dalamnya pengujian preklinis,”ujarnya.

Prof Deni menegaskan, bidang keahlian yang dimiliki FKH dan PSSP di bidang pengujian preklinis antara lain Farmakologi dan Toksikologi, Mikrobiologi Medik (Imunologi dan Virologi), Patologi, dan bidang lain yang terkait dengan pengujian obat.

FKH dan PSSP di jelaskab juga memiliki sarana prasarana yang memadai, di antaranya Unit Pengelolaan Hewan laboratorium (UPHL), fasilitas hewan coba terstandarisasi Animal Biosafety Level 3 (ABSL-3), Laboratorium Pendidikan dan Layanan dengan fasilitas BSL-3, Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) dan divisi terkait pengujian preklinis (Farmakologi, Toksikologi, Mikrobiologi Medik (MKM), Patologi,Imunologi dan sebagainya).

“Semuanya siap berperan dalam membantu pengujian preklinis vaksin Merah Putih COVID-19 pemerintah Indonesia,” tandasnya. (yopi)

 84 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *