JAKARTA – Sebanyak 1.758 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga resmi disumpah menjadi Perwira Komponen Cadangan (Komcad) Pertahanan Negara Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Upacara pengambilan sumpah berlangsung khidmat di Hanggar Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026).
Ribuan ASN tersebut berhasil lolos setelah melalui seleksi ketat sejak 13 April 2026 dan menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) selama 1,5 bulan di enam lembaga pendidikan TNI.
Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, hadir langsung membakar jiwa nasionalisme 1.758 personel Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026 ini.
Bagi Menhan, pangkat dan seragam baru ini adalah amanah dan kepercayaan besar dari rakyat Indonesia. Menhan Sjafrie memberikan arahan yang langsung menusuk sanubari para peserta. Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas pelatihan ini dibiayai oleh keringat rakyat, maka sudah kewajiban ASN untuk mengembalikannya dalam bentuk pengabdian tanpa batas.
”Saya melihat penampilan Saudara-Saudara sudah berubah, dari ASN kini menjadi perwira komponen cadangan. Ini adalah kepercayaan rakyat. Ingat, keringat yang kalian keluarkan hanya manfaatnya dua: untuk pengembangan dirimu sendiri agar terus maju, dan untuk negara serta bangsamu!” tegas Menhan Sjafrie disambut gemuruh tepuk tangan.
Turut hadir sejumlah petinggi Kemhan yakni: Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan, Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo, Irjen Kemhan Letjen TNI Rui Duarte, Kabalanahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari, serta Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema.
Di usianya yang menginjak 74 tahun, Sang Jenderal bintang empat memberi teladan bahwa belajar dan mengabdi tidak boleh berhenti. Ia menekankan tiga prinsip birokrasi modern yang wajib didekap erat: Nasionalisme yang utuh, Patriotisme yang melayani, dan Profesionalisme yang melahirkan prestasi.
Menhan juga mengingatkan para ASN untuk waspada terhadap ancaman internal seperti deep state atau musuh dalam selimut yang tidak ingin birokrasi Indonesia kuat. “Kalian adalah teladan. Jaga kehormatan kalian, jangan pernah dicederai,” pesannya lembut namun tajam.
Perjalanan ribuan ASN ini dimulai sejak 13 April 2026 lalu melalui seleksi ketat. Dari 2.019 calon yang mendaftar dari 49 kementerian dan lembaga, sebanyak 1.758 personel berhasil lolos seleksi mental ideologi, psikologi, hingga jasmani, lalu digembleng selama 1,5 bulan dalam Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) di enam lembaga pendidikan TNI.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, menambahkan bahwa kehadiran Komcad ASN ini tidak akan merusak struktur birokrasi atau mengganggu pelayanan publik. Sebaliknya, mereka pulang membawa “virus positif” berupa disiplin tinggi dan ketahanan mental.
Gabriel menambahkan, pembentukan Komcad tidak hanya menyasar ASN pusat, tetapi juga masyarakat luas melalui Komcad Reguler yang sudah menyentuh daerah seperti Papua, serta karyawan swasta. Bahkan, dalam waktu dekat, Kemhan akan membentuk Komcad khusus di Papua Selatan untuk program percepatan pembangunan ketahanan pangan.
Gelombang Kedua Segera Dimulai
Saat ini Indonesia telah mengantongi sekitar 50.000 personel Komcad. Untuk memenuhi target 4.000 Komcad ASN pada tahun 2026, Kemhan bergerak cepat.
”Gelombang kedua akan kita buka pada 27 Agustus 2026 mendatang. Ini akan bergerak bersama, tidak hanya ASN pusat, tapi juga menyasar Pemerintah Daerah di 7 sampai 8 provinsi,” jelas Kabacadnas. (aga/jo)







Komentar