JAKARTA – Warga penerima bantuan sosial (bansos) merasa lega setelah mengetahui bahwa program Pemprov DKI Jakarta tetap menjalankan program Subsidi Pangan untuk warga kurang mampu. Menurut mereka program berupa penjualan sembako dengan harga murah sangat meringankan beban hidup.
“Alhamdulillah, bansos subsidi pangan dari Pemprov DKI yang semula dikira berhenti, ternyata masih berlanjut. Bantuan itu sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Sarifah, salah satu warga Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (30/10). Dia selalu berlangganan membeli sembako murah seperti daging sapi, daging ayam, beras, minyak goreng, dan lainnya untuk keluarga. Program ini berlaku bagi para pemilik kartu bansos seperti KJP, KLJ, KAJ, dan lainnya.
Secara terpisah, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin memastikan program subsidi pangan murah yang mencakup bantuan daging dan susu bagi warga tetap berlanjut. Hal ini disampaikan menanggapi pembahasan pada rapat di Komisi B DPRD DKI Jakarta terkait penyesuaian anggaran sebesar Rp 300 miliar pada program tersebut.
Menurut Khoirudin, penyesuaian itu bukan merupakan pengurangan atau penghapusan, melainkan hanya perubahan waktu penganggaran.
“Sebetulnya bukan pengurangan, bukan juga penghilangan, tapi hanya perpindahan anggaran. Karena nanti di bulan September, Oktober, November, dan Desember akan dianggarkan kembali melalui APBD Perubahan,” jelas Khoirudin, Kamis (30/10).
Khoirudin menegaskan, penyesuaian tersebut tidak akan memengaruhi penerimaan warga terhadap program pangan murah. Ia pun memastikan, DPRD bersama Pemprov DKI akan terus menjaga agar program subsidi pangan murah tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi warga.
“Jadi tidak ada pengaruhnya. Dari Januari sampai Agustus masyarakat tetap menerima bantuan. Nanti untuk bulan September sampai Desember sudah kami siapkan kembali dalam pembahasan anggaran perubahan di bulan Juli,” tandasnya. (jo)







Komentar