POSKOTA.CO – Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto meminta Sudin Lingkungan Hidup (LH) memperhatikan kondisi sarana di Asrama Dinas Lingkungan Hidup (LH) di Bambu Larangan, RW 05 Cengkareng Barat, terutama pada sejumlah aset.
“Maaf, ibarat tukang material bahan bangunan, tugasnya bangun rumah yang bagus, tapi rumahnya sendiri kondisi seperti yang dikerjakan. Saya minta kepada Sudin Lingkungan Hidup agar memperhatikan tersebut, bisa juga diusulkan anggarannya. Apalagi, kawasan ini nantinya dijadikan sarana edukasi pengolahan sampah, nanti banyak anak sekolah atau lainnya yang berkunjung ke sini,” ujar Uus saat meninjau pelaksanaan kerja bakti sekaligus rencana destinasi edukasi pengolahan sampah di Asrama Dinas Lingkungan Hidup Bambu Larangan RW 05 Cengkareng Barat, Cengkareng, Minggu (14/5/2023). Ikut mendampingi Sekretaris Kota Jakbar Indra Patrianto.
“Tugas Sudin LH menjaga dan merawat lingkungan agar bersih. Untuk itu, sebelum membersihkan lingkungan wilayah lain, sebagai contoh asramanya dulu juga harus bersih,” sambungnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman bibit pohon jambu jamaica di area urban farming, sekaligus peninjauan sejumlah sarana pengolahan sampah, seperti Bank Sampah Induk Satu Hati, bank kompos, Rumah Larva BSF, pemusnahan sampah residu dengan teknologi ramah lingkungan, pembuatan pakan ternak dari sampah, hingga peternakan dan pertanian yang terintegrasi dengan pengolahan sampah.
Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat Achmad Hariadi mengatakan, pihaknya mengerahkan belasan armada truk untuk mengangkut sampah. “Kami membersihkan sampah, baik di lahan hijau maupun saluran air. Kemudian memangkas pohon yang sudah tinggi dan lebat serta membersihkan rumput liar dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Dijelaskan, kegiatan ini juga sebagai inisiasi untuk rencana destinasi edukasi pengelolaan sampah di Jakarta Barat. Di mana area pengolahan sampah ini bisa menjadi role model pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan yang ideal.
“Dengan semua fasilitas yang ada dan akan dikembangkan, diharapkan semua sampah dari kawasan ini dapat diolah secara maksimal untuk menggerakkan kegiatan ekonomi dan sosial serta tidak ada lagi sampah dari kawasan ini yang diantar ke TPA Bantar Gebang,” jelasnya. (*/ta)







Komentar