POS KOTA. CO – Seluruh kader posyandu di 63 kelurahan di Kota Depok diharapkan terus mencari inovasi pencegahan dan penanganan stunting untuk kesehatan dasar ibu, anak, bayi dan balita yang ada di wilayahnya.
“Keberadaan Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat di Kota Depok secara keseluruhan, ” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris saat membuka kegiatan pelatihan penguatan kader Posyandu se-Kota Depok dalam pencegahan dan penanganan stunting, secara virtual, Rabu (18/08).
Pencegahan dan penanganan stunting pada bayi dan balita merupakan permasalahan gizi kronis yang membutuhkan penanganan secara komprehensif dan melibatkan berbagai sektor. Tentunya penanganan stunting dengan cara mengoptimalkan pada kondisi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak yang dapat dilaksanakan di Posyandu.
Menurut dia, Posyandu dalam hal ini merupakan lembaga yang sangat strategis pemanfaatannya untuk bisa mencegah stunting termasuk melakukan upaya guna mewujudkan zero stunting di Kota Depok. “Pemkot Depok saat ini terus berupaya melakukan peningkatan kapasitas para kader Posyandu dengan cara mengadakan program-program pelatihan guna meningkatan pengetahuan dan pengalaman kader Posyandu secara berkala, ” tuturnya yang menambahkan sehingga implementasinya nanti di lapangan dapat berjalan dengan baik. (anton)








Komentar