JAKARTA – Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Timur (Jaktim) terus berupaya untuk menekan angka tawuran yang kini menjadi fokusnya. Setelah berhasil meringkus 20 remaja yang akan terlibat tawuran, kini mereka menyasar para orang tua dengan memberikan pesan agar terus mengawasi anak-anak mereka dalam setiap kesempatan.
Langkah inilah yang dilakukan Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly saat menghadiri pelantikan pengurus Gereja Kristen Pasundan (GKI) di Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Selasa (6/2/2024). Di hadapan para jemaat, Kapolres meminta para orang tua ikut menjaga anak-anaknya agar tak terlibat dalam tawuran.
“Kepada para orang tua, kami berharap agar lebih mengawasi anak-anak agar tak terlibat dalam aksi tawuran. Awasi putra-putri dalam setiap kesempatan terlebih di malam menjelang libur,” kata Kombes Nicolas, Selasa (6/2/2024).
Dikatakan Kapolres, pengawasan ekstra yang harus dilakukan karena sebelumnya jajaran Polres Jaktim meringkus 20 remaja yang akan terlibat tawuran. Mereka diamankan dengan barang bukti senjata tajam yang sangat besar dan mematikan, hingga bom molotov serta puluhan botol minuman keras.
“Bahkan ada satu dari mereka bertugas untuk membuat bom molotov yang nantinya akan digunakan dalam tawuran. Apalagi remaja si pembuat bom molotov itu baru berusia 14 tahun sehingga anak-anak harus lebih diawasi dengan ekstra,” ujar Akpol jebolan tahun 1997 ini.
Nicolas menambahkan, penggunaan media sosial yang selama ini dimanfaatkan anak-anak juga wajib menjadi perhatian para orangtua. Karena alat inilah yang saat ini digunakan mereka untuk mencari musuh hingga janjian untuk menggelar tawuran.
“Dan sebelum mereka menggelar tawuran, biasanya mereka mengonsumsi minuman keras terlebih dahulu. Jadi banyak efek negatif yang menjadi pemicu anak-anak dalam aksi tawuran tersebut. Mari sama-sama kita jaga anak-anak kita sekaligus untuk menjadikan Jakarta Timur bebas dari tawuran,” ungkap Kombes Nicolas.
Sementara itu, dalam pelantikan pengurus itu, dua pendeta yang dikukuhkan sebagai pendeta GKP adalah Alfa Gracia dan Natalia Kristina. Keduanya bersama puluhan pengurus lainnya juga mengaku akan ikut mendukung program Polres Jaktim untuk menyampaikan pesan kamtibmas. (*/ifand)







Komentar