oleh

Tinjau Korban Kebakaran di Tangki, Gubernur Pramono Minta Instansi Terkait Proaktif Terjun Lapangan Layani Warga

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi posko kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Ia meminta instansi terkait untuk proaktif membantu pengurusan surat tanah dan bangunan maupun administrasi kependudukan yang terbakar.

“Sebagian besar warga korban kebakaran di sini punya Sertifikat Hak Milik (SHM) maupun Hak Guna Bangunan (HGB) melalui program Proyek Operasi Nasional (Prona) tahun 2018. Jadi, petugas Badan Pertanahan harus proaktif bantu surat mereka yang terbakar. Jemput bola,” kata Pramono saat mengunjungi pengungsian di kantor Kelurahan Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (30/9).

Program prona merupakan sertifikasi tanah gratis dari pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Rumah di sini sebagian adalah HGB, SHM, yang dulu mereka ikut program Prona pada tahun 2018. Saya akan mendalami ini,” katanya. Ia menyebut, Pemprov DKI Jakarta juga menyimpan file dokumen kepemilikan rumah warga yang terdampak peristiwa tersebut.
“Karena ini programnya program Prona dulu, baik itu HGB maupun SHM-nya, pasti nanti saya minta untuk mereka didampingi untuk surat-menyuratnya. Ada semua pasti,” sambungnya.

Begitu pula kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) harus segera mendata korban yang kehilangan surat administrasi kependudukan untuk diterbitkan yang baru. “Petugas jangan cuma duduk di kantor menunggu masyarakat, tapi di situasi darurat begini, harus terjun lapangan demi melayani masyarakat,” kata Pramono usai memberikan sejumlah bantuan kepada para pengungsi.

Pramono menegaskan bahwa kunjungannya ke lokasi bekas kebakaran tersebut untuk memastikan penanganan penyintas kebakaran berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah untuk membantu proses pemulihan para penyintas. “Pemerintah Jakarta harus hadir untuk membantu penanganan darurat bencana,” tegas Pramono di hadapan Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto dan sejumlah pejabat lainnya.
Sementara terkait penanganan darurar para penyintas kebakaran, Pramono memastikan masalah popok dan kebutuhan dasar lainnya, terutama untuk balita sudah teratasi. Ia juga memastikan kebutuhan pangan jangan sampai kurang dan telat.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (28/9) sekitar pukul 10.00 WIB dan baru berhasil dipadamkan pada malam hari pukul 22.50. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun ada enam orang sempat mengalami sesak napas dan telah tertangani.

Sekadar diketahui, sebanyak 27 unit mobil pemadam dan 135 personel dikerahkan ke lokasi kebakaran. Peristiwa ini diduga akibat korsleting listrik dari kipas angin yang ada di salah satu rumah warga hingga menyebabkan kebakaran di lahan seluas sekitar 8.406 meter persegi.
Wilayah terdampak bencana yakni di RW 05 dan RW 06 Tangki yang menyebabkan total warga terdampak mencapai sekitar 316 Kepala Keluarga atau 1.256 jiwa.

Para penyintas kebakaran saat ini berada di sejumlah lokasi pengungsian, di antaranya di Masjid Al-Muhajirin sebanyak 21 KK atau 49 jiwa, Kantor Kelurahan Tangki sebanyak 44 KK atau 176 jiwa, serta sebanyak 200 KK atau 800 jiwa bertahan di rumah tetangga sekitar. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *