POSKOTA.CO – Ini kegiatan perdana aksi bersih-bersih kerja bakti dan gerebek lumpur antara warga masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di empat lokasi pada Silaturahmi Minggu Pagi (SMP), Minggu (7/5/2023).
Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Setko Administrasi Jakarta Pusat Reza Palevi ketika meninjau lokasi kerja bakti dan gerebek lumpur di RW 09 Harapan Mulia menyatakan bahwa, kegiatan kerja bakti ini merupakan budaya gotong royong, dan gerebek lumpur juga merupakan tugas utama dalam rangka mengatasi banjir.
Selain itu, kata Reza, kerja bakti juga bagian dari iman. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan warga masyarakat sangat dibutuhkan kesadaran demi terciptanya kepedulian lingkungan. “Kebersihan itu bagian dari iman. Lingkungan yang bersih, sehat tentunya dapat dinikmati warga masyarakat. Sehingga sebuah kota dapat layak huni dan layak ditempati, bahwa kebersihan itu sebenarnya sangat murah,” kata Reza Palevi.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Kemayoran Eka Sudarmadi membenarkan, empat lokasi kerja bakti dan gerebek lumpur berhasil di angkut diantaranya, gerebek lumpur dan kerja bakti di RW 09 Harapan Mulia dikerahkan 1 unit tipe besar dengan volume sampah 12 meter kubik. Lalu, RW 03 Utan Panjang dikerahkan 2 unit tipe besar dan kecil dengan volume sampah 20 meter kubik. Kemudian, RW 06 Serdang dikerahkan 2 unit tipe kecil dengan volume sampah 18 meter kubik dan RW 05 Gunung Sahari Selatan (GSS) 1 unit tiper besar volume sampah 13 meter kubik.
Eka menambahkan, untuk mengangkut sampah hasil kegiatan kerja bakti kurang lebih 30 pasukan oranye LH Kecamatan Kemayoran yang terdiri dari pengawas, pengemudi, kru dan pasukan sapu lidi dikerahkan. “Volume sampah kerja bakti perdana di Minggu pertama di bulan Mei ini ada empat lokasi. Totalnya 63 meter kubik langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang Bekasi, Jawa Barat. Tuntas pukul 10.30 WIB,” ungkap Eka Sudarmadi. (*/van)








Komentar