JAKARTA – Sebanyak 150 petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan kerja bakti bersih-bersih lahan bakal pembangunan sentra Fauna dan Kuliner di Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Para petugas yang dikordinir oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), DKI membersihkan sampah, merapikan taman, saluran, dan lainnya.
Sentra Fauna Lenteng Agung yang saat ini masih dalam proses pembangunan oleh Pemprov DKI Jakarta diperuntukkan menampung eks-pedagang Pasar Burung Barito yang terkena proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka. Sentra ini sedikitnya bakal menampung seratusan kios pedagang burung maupun satwa lainnya. Gubernur DKI Pramono menargetkan pembangunan tersebut selesai pada pertengahan Oktober 2025 dan akan segera diresmikan.
Sentra fauna tersebut juga bakal menampung sejumlah pedagang fauna lainnya yang memakan lahan fasilitas publik seperti di Jl Raya Jatigera, dan lainnya. Semua pedagang unggas dan binatang lainnya akan dipusatkan di Sentra Fauna Lenteng Agung, bahkan lokasinya juga disiapkan khusus untuk kuliner, sehingga pengunjung bisa berbelanja fauna sambil menikmati aneka jajaran.
Plh Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Juanda Permana Jaya menekankan, pentingnya kesiapan lokasi relokasi bagi keberlanjutan usaha para pedagang eks Barito serta menegaskan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab ASN dalam mendukung program penataan kawasan strategis.
“Selain hasil fisik, kerja bakti ini juga memperkuat solidaritas antarpegawai lintas instansi, serta menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM dan penataan kawasan strategis di Jakarta Selatan,” kata Juanda, Senin (13/10).
“Melalui kerja bakti ini, area relokasi pedagang Barito di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung kini tampak lebih bersih, tertata, dan representatif sebagai lokasi usaha baru. Infrastruktur penunjang seperti akses pedestrian, drainase, dan fasilitas publik juga telah berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Juanda menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi momentum awal bagi keberlangsungan usaha para pedagang binaan di lokasi baru serta memperkuat peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan rutin kebersihan, melainkan bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dalam menyiapkan tempat usaha yang layak, nyaman, dan berkelanjutan bagi para pedagang yang direlokasi dari Barito,” jelasnya.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain, pembersihan area kios, taman, dan akses jalan dalam lokasi relokasi.
Kerja bakti juga menyasar pemangkasan rumput dan perapihan tanaman di sekitar area sentra, pengecekan saluran air, fasilitas sanitasi, serta area parkir. (jo)








Komentar