JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Sabtu pagi hingga sore. Tindakan memindahkan bakal hujan ke arah Laut Jawa terbukti sangat signifikan mengurangi potensi hujan deras yang identik dengan banjir.
Kondisi cuaca di Jakarta dari tadi pagi hingga malam tidak terpantau adanya hujan lebat berkepanjangan di kawasan manapun. Yang terjadi hanya mendung maupun hujan gerimis di sepanjang hari Sabtu tanggal 1 Februari 2025.
Tindak lanjut OMC ini atas perintah Penjabat (Pj) Gubernur DKJ Teguh Setyabudi kepada Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. Teguh tak mau kecolongan lagi atas terjadinya banjir bandang di Jakarta pada Selasa sampai Kamis kemarin. Sebelumnya Teguh cuma dapat laporan manis dari jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang katanya sudah melakukan antisipasi banjir. Namun saat terjadi hujan lebat ternyata ada sejumlah pompa air tak berfungsi dan kondisi saluran maupun tali air yang mampet.
Teguh telah memerintahkan BPBD kembali melakukan OMC lanjut selama enam hari berturut-turut dari tanggal 1 sampai 6 Februari. Untuk itu, BPBD langsung berkordinasi dengan BMKG serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (PT RAI) melaksanakan OMC yang berbasis di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur.
Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD Jakarta Michael Sitanggang membenarkan pihaknya telah melakukan OMC dari pagi hingga sore. “OMC merupakan upaya strategis dalam mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi. Pelaksanaan OMC bertujuan meminimalisir hujan ekstrem,” ujarnya kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (1/2) usai mengikuti rapat gabungan di Posko OMC.
Menurtnya, besok Pemprov Jakarta kembali menggelar OMC hingga Kamis mendatang. “Pelaksanaan OMC merupakan upaya antisipasi bencana hidrometeorologi, mengingat tren peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Terbukti sepanjang hari Sabtu tidak terjadi hujan deras di Jakarta, karena gumpalan awan tebal sudah diturunkan sebagai di kawasan laut,” jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menyampaikan, OMC akan berlangsung selama enam hari ke depan. “Kami bersama BMKG bertugas menganalisis hasil prakiraan cuaca untuk diteruskan kepada BPBD menyangkut perlu tidaknya dilakukan OMC,” tandasnya. (jo)







Komentar