oleh

Pembangunan Jalan PTT atau Puncak II Batal Terealisasi

POSKOTA. CO – Proyek pembangunan Jalan Poros Tengah Timur (PTT) atau Puncak II batal terealisasi pada 2022 mendatang.
Terkait batalnya proyek bernilai Rp1,5 triliun ini, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengimbau pemilik lahan untuk bergotong-royong membangun jalan.

“Kalau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau pemerintah pusat membatalkan rencana pembangunan Jalan PTT atau Puncak II, maka saya hanya bisa mengimbau agar pemilik lahan untuk bergotong-royong membangun jalannya,” kata Iwan kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Orang nomor dua di pendopo ini menambahkan, pemerintah Propinsi Jawa Barat juga kesulitan dalam membiayai proyek pembangunan jalan PTT. Hal ini dikarenakan biaya pembangunannya yang mencapai Rp1,5 triliun.

Jalan PTT sepanjang 51,2 Km dengan lebar jalan mencapai 30 meter yang membentang sepanjang tugu depan sirkuit sentul, Bogor sebagai titik nol dan berakhir di kota bunga Cipanas, Kabupaten Cianjur ini sudah di tunggu masyarakat di dua wilayah ini.

Masyarakat Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur bahkan mulai ada harapan adanya akses PTT ini ketika anggota Komisi V DPR RI mendukung Jalur Puncak II masuk Program Strategis Nasional.

Dukungan itu disampaikan Komisi V DPR saat kunjungan kerja meninjau usulan pembangunan jalur Puncak II di Kabupaten Bogor, Kamis 18 Maret 2021 lalu.

Dalam kunjungan kerja itu, anggota DPR mendengar pemaparan proyek Jalur Puncak Dua dari Bupati Kabupaten Bogor dan Bupati Cianjur, serta perwakilan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Kita semua sepakat mendorong Puncak II segera dianggarkan oleh pemerintah pusat karena strategis harus diprioritaskan,” kata anggota DPR RI, Mulyadi saat itu di Hotel Palm Hill, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pernyataan anggota DPR RI Komisi V ini membuat Bupati Bogor, Ade Yasin dan Bupati Cianjur, Herman Suherman yakin dan optimis, bahwa tidak ada lagi alasan bagi pemerintah pusat untuk tidak memasukkan Jalur PTT ke dalam kebijakan pembangunan strategis nasional.

Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan mengatakan Jalur PTT masuk dalam program strategis nasional, karena jalur ini tidak hanya mengurai kemacetan dikawasan wisata puncak, tapi juga berdampak positif bagi wilayah Bogor, Cianjur, Karawang dan Bekasi.

“Jadi ini bukan hanya kepentingan Bogor saja, tapi wilayah lain juga. Tiga provinsi malah, Jakarta, Jabar dan Banten,” kata Ade Yasin.

Bupati Cianjur, Herman Suherman bahkan dengan mengatakan, kemacetan jalur puncak, Bogor setiap akhir pekan atau libur nasional, sangat berdampak pada penurunan perekonomian masyarakat diwilayah Cianjur.

“Saya sepakat dengan Bupati Bogor untuk segera menjadikan jalur PTT atau puncak II masuk dalam program strategis nasional. “Jika kawasan wisata puncak macet, ya solusinya ini puncak dua,” kata Herman.

Ada tanggapan lain dari Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Hari Suko Setiono.

Kata Hari Suko, jika proyek ini hendak direalisasikan, ada hal yang perlu disiapkan secara matang oleh dua pejabat diwilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. “Yang utama dab terutama itu hal yang terkait dengan review analisa dampak lingkungan,” kata Hari. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *