POSKOTA.CO – Kawasan Stasiun Senen di Jalan Stasiun Senen Raya kian hari semakin berantakan dan semrawut. Selain banyak lapak pedagang kaki-5 juga parkir sembarangan hingga menimbulkan kemacetan.
Padahal, kawasan stasiun Senen ini menjadi salah satu kawasan program penataan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Namun fakta di lapangan, wajah estetika kota Stasiun Senen dan Terminal Senen ini malah semakin nggak karuan.
Selain itu, Stasiun maupun Terminal Senen ini adalah icon DKI Jakarta di wilayah Jakarta Pusat. Namun keberadaan diwarnai kesemrawutan lapak-lapak parkir dan pedagang di kawasan ini. Ironisnya, aparat Pemerintah Kota (Pemkot) Administtasi Jakarta Pusat terkesan membiarkan berantakan seperti sekarang ini.
Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat, Budiman mengaku, miris melihat kondisi kawasan Stasiun Senen dan Terminal Senen semrawut dan awut-awutan karena banyak lapak parkir dan pedagang kuasai fasum dibiarkan aparat Pemkot Jakpus.
Dia menilai, pembiaran ini karena pejabat di wilayah bisanya cuma Omong Doang (Omdo) dan tidak becus kerja. “Bertahun-tahun lapak-lapak parkir dan pedagang kuasai halte dan pedestrian maupun bahu jalan di kawasan ini dibiarkan saja,” tegas tokoh ini, Jumat (18/12/2020).
Dia berharap Gubermur DKI Jakarta Anies Rasyod Baswedan mengevaluasi pejabat seperti itu. “Berhentikan saja pejabat yang hanya diam melihat kondisi wilayah berantakan dan awut-awutan. Terlebih, kawasan tersebut merupakan KSD Gubernur Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.
Seharusnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani permasalahan pasar dan stasiun ini lebih konsentrasi pada penataan. Jangan sampai lingkungan sekitar menjadi semrawut, macet serta tebar aroma tidak sedap.
Sebelumnya, Kasatppl PP Provinsi DKI Jakarta, Arifin sempat meninjau di kawasan Stasiun Senen, belum lama ini, Senin (7/12/2020). Saat Sidak di Stasiun Senen, Arifin hanya mengamati sekitar Stasiun Senen, Jalan Stasiun Senen Raya. “Kami meninjau Stasiun Senen ini sekaligus memastikan penataan Tramtibum,” tandasnya. (van)








Komentar