POSKOTA.CO – Kepala Polres (Kapolres) Metro Tangerang Kombes Pol Deonijiu De Fatima melakukan blusukan ke sejumlah tempat di wilayah hukumnya itu. Ia menyosialisasikan masyarakat agar patuh menggunakan masker dan selalu jaga jarak.
Deonijiu didampingi petugas dari TNI dan Satpol PP Kota Tangerang mendatangi kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Senin (1/2/2021). Ternyata, banyak pengunjung dan pedagang pasar melanggar protokol kesehatan karena tak memakai masker.
“Kenapa tidak memakai masker? Tanya orang nomor satu di jajaran Polres Metro Tangerang ke seorang wanita pengunjung Pasar Anyar. “Maaf pak lupa, tadi buru-buru jadi nggak kebawa pak maskernya,” jawab sang wanita tersebut.
Deonijiu juga mendatangi pusat keramaian masyarakat lainnya, seperti stasiun, terminal dan pusat jajanan jalanan dan kuliner. Di sana, selain menegur yang tak memakai masker, Deonijiu mengimbau warga untuk tidak berkerumun.
Kendati demikian, Deonijiu hanya memberikan sanksi teguran dan pemberian masker tanpa ada sanksi tegas yang dapat membuat efek jera para pelanggar. Ada 1.000 masker dibagikan ke warga demi memutuskan mata rantai Covid-19.
“Kalau kita (TNI-Polri dan pemda-red) tidak keluar untuk memberikan imbauan, masyarakat kadang lalai untuk menggunakan masker dan menjaga jarak, mereka asyik dengan kegiatannya hingga lupa menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya pascablusukan.
Menurut Deonijiu, tingkat kesadaran masyarakat dinilai kurang disiplin dan lalai terhadap protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, padahal angka terpapar Covid-19 di Kota Tangerang masih cukup tinggi.
Untuk itu, kata Deonijiu, pihaknya bersama jajaran TNI tidak akan lelah dan bosan membantu Pemkot Tangerang mengingatkan warganya agar selalu menggunakan masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami tidak akan pernah bosan dan berhenti mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19. Terlebih angka penularan Covid-19 di Kota Tangerang masih sangat tinggi,” ujarnya.
Untuk diketahui, Presiden Jokowi menyatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak efektif dalam menekan laju penularan Covid-19. Kekecewaan Jokowi bukan tanpa alasan, pasalnya tingkat mobilitas masyarakat masih sangat tinggi selama pelaksanaan PPKM Jawa-Bali.
Bahkan, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat hingga hari ini angka terkonfirmasi positif mencapai 6.013 kasus atau bertambah 51 kasus dari hari sebelumnya. Sebanyak 357 kasus masih dirawat, dengan angka kesembuhan mencapai 5.535 kasus dan 121 angka kematian. (imam)








Komentar