oleh

Masker Cara Ampuh Mencegah Penularan Covid-19

POSKOTA.CO – Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia harus terus ditekan semaksimal mungkin dengan melibatkan semua pihak dan masyarakat seluruhnya. Salah satu cara utama adalah dengan menerapkan perilaku hidup disiplin melakukan langkah 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Langkah ini merupakan cara ampuh dalam upaya mencegah sekaligus memutus rantai penularan Covid-19. Membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) merupakan salah satu kunci agar Covid-19 dapat ditekan penyebarannya.

Karenanya dibutuhkan perilaku disiplin dari dari sendiri, juga sangat perlu untuk dilakukan secara kolektif dengan penuh kesadaran. Jika kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan demi sama sama berjuang agar virus Corona cepat menghilang dari Tanah Air.

Hal itu dikatakan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo pekan lalu. Perilaku disiplin menjalankan 3M terus dikampanyekan Satgas Penanganan Covid-19 demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Pola hidup disiplin ini hendaknya diterapkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini jumlah kasus positif Corona terus meningkat. Pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu berjuang melawan ganasnya virus Conona.

Berdasarkan penelitian internasional, memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan Covid-19 sebesar 45 persen. Lebih baik lagi adalah mengenakan masker bedah yang mampu menekan penyebaran Covid-19 hingga 70 persen.

Mencuci tangan merupakan langkah 3M untuk menurunkan risiko penularan Covid-19 sebesar 35 persen. WHO menyarankan, cucilah tangan menggunakan sabun/antiseptik selama 20-30 detik dan menerapkan langkah-langkah yang benar.

Jika dalam kondisi tertentu, tidak ada air dan sabun atau tidak dapat menggunakan air dan sabun untuk membersihkan tangan, solusi lainnya adalah memakai cairan yang berbasis setidaknya 60 persen alkohol seperti hand sanitizer.

Penerapan 3M yang paling utama adalah menjaga jarak atau social distancing dengan jarak minimal satu meter, termasuk dengan menghindari kerumunan. Jika langkah ini dilakukan sesuai hasil penelitian dapat meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 hingga 85 persen.

Laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menginformasikan langkah-langkah yang baik dan benar dalam menerapkan perilaku 3M untuk mencegah penularan virus Corona. Semua orang harus memakai masker, terutama jika di luar rumah.

Dianjurkan sebelum memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik). Bila tidak tersedia air, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60 persen) dan pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung.

Harus dipastikan, dalam memakai masker harus dipastikan tidak ada sela antara wajah dan masker dan hindari menyentuh masker saat digunakan. Bahkan, jika menyentuh masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik menggunakan cairan pembersih tangan.

Ketua Satgat Penanganan Covid-19 Doni Monardo terus mengingatkan masyarakat agar jangan meremehkan dan menyepelakan virus Corona. Sebab, taruhannya nyawa diri sendiri dan orang orang yang disayangi.

Pemerintah terus berupaya dan bekerja keras untuk menyelamatkan seluruh masyarakat dari ancaman Covid-19. Namun, kerja keras pemerintah tanpa diikuti kesadaran dan kedisiplinan dari masyarakat sendiri dalam menjalankan 3M akan sia-sia.

Hingga kini belum ada indikasi atau tanda-tanda pandemi Covid-19 akan mereda di Tanah Air, tapi kita tidak boleh menyerah apalagi mengalah. Meski warga yang terpapar Covid-19 dan meninggal terus bertambah dari hari ke hari.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, hingga periode Minggu (31/1/2021) jumlah warga yang terpapar Covid-19 sudah melampaui angka satu juta orang tepatnya 1.078.314 kasus. Korban meninggal 29.998 orang sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 873.221 orang.

Sementara update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Senin (1/2/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

  • Pasien positif +10.994, jumlah total 1.089.308 orang.
  • Pasien sembuh +10.461, jumlah total 883.682 orang.
  • Pasien meninggal +279, jumlah total 30.277 orang.

Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Senin (1/2/2021). Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

  • Pasien positif +3.614, jumlah total 273.332 orang.
  • Pasien meninggal +70, jumlah total 4.337 orang.
  • Pasien sembuh +2.133, jumlah total 244.202 orang.
  • Pasien dirawat +859, jumlah total 4.969 orang.
  • Isolasi mandiri +552, jumlah total 19.824 orang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, penambahan kasus terkonfirmasi positif harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Harus memastikan prokes 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dilaksanakan dengan displin yang tinggi serta memaksimalkan tindakan 3T atau testing, tracing dan treatment. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *