JAKARTA – Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), H. Iqbal Akbarudin mengantar langsung bantuan logistik untuk warga korban kebakaran di permukiman, Jalan Gang Langgar 1, RT 004/RW 06, Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat.
Adapun bantuan yang diberikan antara lain berupa, beras 8 karung, mie instan 20 dus, minyak goreng 18 pack, kecap 24 botol, ikan sarden 100 kaleng, biskuit 48 bungkus, selimut 20 lembar, handuk 24 lembar, sandal jepit 18 pasang, popok bayi 8 bal, dan air mineral 10 dus. Tak hanya itu, Dinas Sosial juga menyiapkan makanan siap saji sebanyak 1.500 boks untuk kebutuhan darurat warga.
“Alhamdulillah, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kebetulan perut saya lagi lapar. Terima kasih pak Kadisos sudah mengantar makanan enak ini untuk kami,” ujar salah satu warga korban kebakaran di lokasi pengungsian.
“Bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap warga masyarakat yang terdampak musibah kebakaran,” ucap H. Iqbal didampingi Kasudinsos Jakbar.
Jajaran Dinsos, lanjut H. Iqbal berupaya hadir untuk memberikan bantuan logistik sehingga warga masyarakat tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca kebakaran.
Untuk diketahui, sebelumnya, kebakaran hebat yang menghanguskan permukiman padat penduduk di, Jalan Gang Langgar 1, RT 04/RW 06, Tangki, Taman Sari, Jakbar pada, Minggu (28/9/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pemerintah Daerah (Pemda) bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan warga terdampak mendapat penanganan yang optimal, termasuk penyediaan kebutuhan dasar serta tempat tinggal sementara.
Berikut lokasi pengungsian di kantor Kelurahan 175 warga, Masjid Al-Muhajirin 50 warga. Sementara secara keseluruhan, jumlah warga yang terdampak kebakaran kurang lebih sebanyak 1.256 orang dampak musibah kebakaran sebanyak 400 rumah dengan jumlah penyintas mencapai 320 Kepala Keluarga (KK) atau 1.129 jiwa penduduk.
“Kami juga sudah siapkan empat tenda Dinsos dilengkapi dengan kebutuhan pengungsi, termasuk tempat tidur dan ada dua toilet portabel dari Lingkungan Hidup (LH),” tambah Iqbal. (van/fs)







Komentar