POSKOTA. CO – Jembatan Otista akan ditutup selama kurang lebih delapan bulan. Penutupan jalur yang berdampak pada pengalihan lalulintas ini, karena jembatan akan dilebarkan.
PT. Mina Fajar Abadi, sebagai pemenang tender mega proyek pembangunan ulang Jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor kini menjadi kontroversi.
Perusahaan asal Provinsi Aceh ini, berdasarkan data yang ada, banyak catatan terutama masalah terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan negara.
Atas hal tersebut diatas, mega proyek yang berbiaya Rp52 miliar dari anggaran bantuan Provinsi Jawa Barat yang pekerjaannya digawangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, kini di sorot.
Sorotan datang dari anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bogor. Kadin meminta, mega proyek tersebut, pekerjaannya dilakukan oleh perusahaan yang bersih yang tidak pernah bermasalah dengan hukum.
” Ya itu perusahaan bermasalah,” kata seorang anggota KADIN yang enggan disebutkan namanya Rabu (5/4/2023).
“Saya warning ke Pemkot Bogor, dengan menangnya PT Mina Fajar Abadi di mega proyek besar di Kota Bogor ini, ada yang salah. Hati-hati. Semua lembaga hukum memantau. Ini bukan uang kecil,”ujarnya lagi.
Ia menambahkan, PT Mina Fajar Abadi sering menang tender di Kementerian PUPR. Namun proyek yang ia menang, pekerjaannya sering mangkrak dan di oper atau alihkan ke pihak lain.
”Semisal yang pernah ditawarkan ke rekan saya, adalah pekerjaan pembuatan pemecah ombak di Sulawesi Tenggara dan rekonstruksi saluran air (drainase) di Sleman, di kawasan belakang Candi Prambanan. Ini dua proyek sekitar tahun 2020/2021. Perusahaannya sering dipinjam dengan membuat kuasa cabang,” ujarnya memperingatkan.
Sebelumnya Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Sapta Bella Alfaraby juga mengkritisi kinerja ULP.
” Perihal catatan hitam kontraktor pada proyek jembatan Otista, apakah ULP sudah melakukan cek on the spot terhadap perusahaan PT Mina Fajar Abadi. Bagaimana track record nya,” kata Sapta kepada wartawan Senin (03/04/2023) kemarin.
Ia menegaskan, mega proyek ini menjadi yang terbaik untuk Kota Bogor. Maka itu, jangan sampai karena buruknya catatan dari kontraktor pemenang tender, membuat proyek ini mankrak.
“Masyarakat Kota Bogor hanya dapat sia – sia alias percuma, jika pembangunan jembatan di Kota Bogor ini mangkrak. Ingat pak Walikota, ada pak Presiden tinggal disini. Kita semua malu, kalau tidak tuntas pembangunannya,” ujar Sapta.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina belum memberikan komentar perihal catatan hitam perusahaan pemenang tender Jembatan Otista yakni PT Mina Fajar Abadi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin juga bungkam dengan proyek jembatan Otista saat dikonfirmasi wartawan. (yopi)







Komentar