oleh

LP2AD: Copot Pejabat Malas dan Tak Mendukung Program Gubernur

POSKOTA.CO – Sejumlah taman interaksi di wilayah Jakarta Pusat tidak diurus Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta hingga bertahun-tahun.

Taman yang seharusnya tertata rapi dan nyaman untuk bermain bagi anak-anak hingga warga lanjut usia (lansia) ini tidak lagi menikmati keindahan di sekitar taman interaksi. Lantaran Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta ini membiarkan taman seperti halnya tidak mendukung visi dan misi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang berslogan, “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Salah satunya, Taman Lontar seluas kurang lebih 200 meter yang terletak di bilangan Jalan Kramat Lontar Gang III RT 005/01 Paseban, Senen ini tidak disentuh hingga bertahun-tahun.

Ketua RT 005/01 Paseban Djunaidi saat dihubungi POSKOTA.CO, mengaku, Taman Lontar di Jalan Kramat Lontar Gang III RT 005/01 Paseban ini dibiarkan terbengkalai dan tidak terurus. Padahal, Taman Lontar ini sangat dibutuhkan warga.

“Namun sayangnya, di area taman dengan empat komposisi ini seperti penerangan, air untuk menyiram tanaman dan perlengkapan bermain anak-anak, banyak yang harus diperbaiki maupun penghijauan tanaman juga kurang perhatian Dinas terkait,” ungkap Djunaidi didampingi Ketua RW 01 Arie Prianto dan tokoh masyarakat setempat, Sabtu (5/6/2021).

Lanjut Djunaidi menambahkan, selain itu sarana perlengkapan bermain anak-anak sudah berkarat, dan lantai di area taman ini juga pada gompal dan gropes-gropes.

Taman yang berada di Jalan Cempaka Putih Tengah 27 Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih juga dikuasai lapak reparasi bengkel mobil dibiarkan bertahun-tahun jadi berantakan.

“Pada tahun 2019 lalu sudah dilaporkan, tapi nggak direspons untuk perbaikannya. Alasannya belum turun anggaran. Ditambah lagi kalau nyiram taman, petugas pertamanan pakai air kali. Ya elah jadi bau tidak sedap di area taman itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi yang akrab disapa Bang Ir, sudah seringkali mengingatkan Kasudin Pertamanan Jakarta Pusat, camat dan lurah untuk merespons aspirasi masyarakat.

“Kasudin Pertamanan Jakarta Pusat, camat dan lurah jangan diam saja, monitor wilayah untuk mengetahui persoalan di lapangan. Terlebih taman itu merupakan tempatnya bermain anak-anak, jadi harus nyaman dan tertata rapi,” tandasnya.

Pantauan di lapangan, tidak hanya Taman Lontar yang tidak terawat bertahun-tahun, taman serupa yaitu taman yang berada di Jalan Cempaka Putih Tengah 27 Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih juga dikuasai lapak reparasi bengkel mobil dibiarkan bertahun-tahun jadi berantakan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengaku, miris melihat pejabat tidak cerdas dengan kondisi di lapangan. Terlebih visi misi Gubernur Anies yaitu “Maju Kotanya Bahagia Warganya” ini tidak mendapat dukungan dari mereka.

Lanjut Victor menegaskan, padahal para pejabat ini sudah mendapat Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), tapi kerjanya masih malas, ditambah lagi jam pulang kerja pada pulang cepat.

“Untuk menjawab “Maju Kotanya dan Bahagia Warganya”, para pejabat yang tidak mendukung program Gubernur Anies lebih baik dicopot-copotin saja,” tegasnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *