oleh

Fadil Imran, Sosok Kapolda Metro Baru Pembongkar Kasus Sindikat MCA

POSKOTA.CO – Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Muhammad Fadil Imran sudah resmi ditunjuk Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sebagai kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Nana Sudjana yang dicopot karena dinilai tak mematuhi perintah menegakkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Nana dianggap teledor karena membiarkan massa Front Pembela Islam (FPI) dan PA 212 berkerumun mengabaikan kebiasaan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak) di masa pandemi Covid-19 saat menjemput Habib Rizieq Shihab (HRS) di Bandara Soekarno-Hatta.

Nana juga dianggap lembek karena membiarkan pelanggaran 3M terjadi saat pesta pernikahan putri Habib Rizieq Shihab dan acara Maulid Nabi SAW yang digelar di markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat.

Mengupas sosok Fadil Imran yang menggantikan Nana Sudjana sebagai kapolda Metro Jaya, hal pertama yang muncul adalah sosok perwira yang kenyang pengalaman di dunia reserse.

Karier jenderal bintang dua jebolan Batalyon Bhara Daksa Akpol 1991 ini banyak dihabiskan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Pada 2008, Fadil Imran pernah menjabat sebagai kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Setelah itu dia menjabat sebagai kapolres Pelabuhan Tanjung Priok di tahun yang sama.

Pada tahun 2009, dia ditarik ke Polda Metro Jaya untuk menjabat wadir Reskrimum. Setelah tiga tahun menjabat di posisi tersebut, Fadil ditarik ke Mabes Polri dan menduduki jabatan kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri pada 2011.

Dari Bareskrim, pria kelahiran Makassar, 14 Agustus 1968 ini diangkat menjadi direktur Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau. Setelah dua tahun menduduki jabatan tersebut, Fadil ditarik lagi di Jakarta untuk menduduki jabatan sebagai kapolres Metro Jakarta Barat pada 2013.

Selanjutnya pada 2015, Fadil Imran dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri. Setahun setelahnya, dia menjabat sebagai dirreskrimsus Polda Metro Jaya.

Di posisi inilah kariernya mulai benderang. Fadil sukses membongkar kasus pembajakan film ‘Warkop DKI Reborn’. Atas prestasinya, dia kemudian ditarik sebagai wadirtipideksus Bareskrim Polri.

Tahun 2017, Fadil menjabat sebagai dirtipid Siber Bareskrim Polri. Setahun setelah diangkat, lagi-lagi dia berhasil menoreh prestasi besar dengan membongkar kasus sindikat Muslim Cyber Army (MCA).

Kasus ini sempat membuat heboh karena diperkirakan sebagai pihak yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial saat Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019.

Pada 2018, Fadil menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Pol Idham Aziz hingga 2020. Tak lama setelah itu, Fadil diangkat menjadi kapolda Jawa Timur.

Dan hari ini, Senin, (16/11/2020), Mabes Polri sudah menunjuk Mohammad Fadil Imran menjadi kapolda Metro Jaya.

Dia tentunya sangat diharapkan bisa bersikap dan bertindak tegas mengatasi segala macam pelanggaran prokes Covid-19 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tidak seperti pendahulunya, Nana Sudjana. (bem)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *