oleh

Dua Orang Pembuang Limbah B3 Ditangkap Terancam Empat Tahun

POSKOTA. CO – Tujuh belas karung berisi sampah APD (alat pelindung diri) yang ditemukan di sebuah lahan pertanian di Kampung Leuweung Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, berhasil di ungkap polisi.

Polres Bogor bersama Polsek Parung Panjang bersama Satgas Covid-19 mengambil tindakan atas penemuan limbah medis di Leweng Besar, RT 03/05, Kampung Cilaku, Desa Tenjo, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, karena keberadaan limbah ini dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Dari penyelidikan, polisi akhirnya menangkap dua pelaku. Polisi juga menyita dua mobil yang digunakan untuk membuang limbah medis berbahaya ini.

Kapolres Bogor, AKBP Harun kepada wartawan Rabu (10/2/2021) di Mapolres Bogor mengatakan, kedua orang tersangka pembuang limbah B3 ini dijerat pasal 40 ayat 1 UU nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp 100 juta dan maksimal Rp 5 miliar.

Pihaknya juga menjerat kedua tersangka dengan pasal 104 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2019 tentang Pengelolaan Lingkungan dimana ancaman hukuman minimal penjara satu tahun dan maksimal tiga tahun dengan denda paling banyak Rp 3 miliar.

AKBP Harun menjelaskan, tersangka WD (37) dan IP (21) yang ditangkap di Jakarta dalam keterangannya ke penyidik mengaku, mereka hanya sopir yang bekerja pada sebuah usaha jasa loundry di Kota Tangerang. Loundry tempat mereka bekerja, mendapat order dari sebuah hotel berbintang di Kota Tangerang untuk pembuangan limbah medis APD.

Setelah mendapat order, pihaknya bukan memusnahkan limbah medis, malah memasukan dalam karung dan membuangnya ke wilayah Kabupaten Bogor. “Ini sudah kedua kali mereka buang ke wilayah Bogor. Yang pertama mereka buang ke perkebunan di Cigudeg. Yang kedua ke perkebunan di Tenjo,”ujar AKBP Harun.

Masih kata Kapolres, sebelum menjalin kerjasama dengan loundry untuk memusnahkan limbah medis B3 Covid 19 dan sampah B3 infeksius, pihak hotel yang 113 kamarnya di sewa Pemkot Tangerang untuk isolasi pasien positif Covid 19, menjalin kerjasama dengan sebuah perusahaan.

Namun baru berjalan tiga kali pembuangan limbah, pihak hotel yang dijadikan isolasi pasien keberatan, karena telalu tinggi cosh. Pihak hotel lalu mencari pihak ke tiga untuk membuang limbah medis dengan biaya murah.

“Awalnya dengan sebuah PT. Namun kerjasama ini tidak lama, karena pengeluaran sangat tinggi. Lalu di cari lagi mitra baru dan dapatlah loundry ini. Secara prinsip, ini ilegal, karena loundry tidak punya ijin memusnahkan limbah medis berbahaya,”ujarnya.

Dari sepuluh saksi yang sudah dimintai keterangan, pihak penyidik pada Kamis ini akan memanggil pihak hotel, guna diminta keterangan.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim, AKP Handreas Ardian mengatakan, pengungkapan kasus ini berkat adanya bukti petunjuk kertas pengantar jasa pengiriman.

Pada plastik pembungkus limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan tulisan pada alat pelindung diri (APD) dari sebuah hotel di Kota Tangerang. Bukti ini menjadi petunjuk Satuan Reskrim Polres Bogor dalam menangkap dua orang tersangka pembuang limbah tersebut.

“Awalnya kami kesulitan dalam mengungkap pelaku pembuang limbah B3 APD, karena minimnya saksi. Namun berkat ketekunan dan keuletan, kami berhasil mengumpulkan barang bukti kertas pengantar jasa pengiriman, plastik pembungkus limbah B3 dan APDnya hingga setelah kami memeriksa keterangan pengelola hotel kami menangkap dua orang tersangka pembuang limbah B3 di Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Cigudeg,” kata AKP Handreas Adrian kepada wartawan di Mako Polres Bogor, Cibinong, Rabu, (10/2/2021).

AKP Handreas menambahkan, sebelum ditangkap, dua tersangka sebelum dibekuk di DKI Jakarta, sempat kabur ke beberapa tempat.

“Mereka kabur sejak tanggal 3 Februari, lalu pada tanggal 6 Februari kami berhasil menangkap keduanya di tempat persembunyian yang terpisah di DKI Jakarta, kami juga mengamankan dua unit mobil box sebagai barang bukti alat transportasi pembuang limbahnya,” ujar AKP Handreas.(yopi)

 22 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *