oleh

Dosen IPB University Berbagi Tips Kelola Keuangan Pasca Lebaran

BOGOR – Perayaan Lebaran kerap diikuti lonjakan pengeluaran yang berpotensi melebihi anggaran keluarga. Selain kebutuhan Hari Raya, muncul pula pengeluaran tak terduga yang dapat mengganggu kondisi keuangan rumah tangga.

Menyikapi hal tersebut, Wita Juwita Ermawati, dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, membagikan sejumlah tips pengelolaan keuangan pasca-Lebaran.

Langkah awal yang disarankan adalah menghitung total pengeluaran selama Lebaran dan memeriksa kondisi keuangan terkini. Hal ini mencakup identifikasi apakah terdapat tabungan yang terpakai, pos keuangan yang terganggu, atau bahkan munculnya utang.

“Penting untuk memeriksa apakah ada pos keuangan yang terganggu, tabungan yang terpakai, atau bahkan utang yang muncul,” ujarnya melalui rilis yang diterima wartawan media ini Sabtu (21/3/2026).

Setelah evaluasi, masyarakat dianjurkan segera kembali menabung guna memulihkan kondisi finansial. Langkah ini juga penting untuk menjaga konsistensi terhadap tujuan keuangan yang telah direncanakan sebelumnya.

Dr Wita menjelaskan bahwa keluarga perlu mengidentifikasi kebutuhan rutin sehari-hari dan nonrutin seperti pendidikan, kesehatan, dan liburan.

Selanjutnya, kebutuhan tersebut harus diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi dan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan.

“Setiap keluarga juga didorong untuk memiliki target keuangan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak, dana pernikahan, dana ibadah dan investasi,” ujarnya.

Menurutnya, tabungan yang memadai menjadi kunci untuk menghindari ketergantungan pada utang, terutama dalam kondisi darurat.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan pinjaman online (pinjol) sebagai solusi instan atas masalah keuangan, karena berpotensi menambah beban finansial.

Dalam pengelolaan anggaran, Dr Wita merekomendasikan metode 50-30-20 yakni 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan atau cicilan dan 20 persen untuk tabungan.

Jika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, keluarga disarankan untuk meninjau ulang pengeluaran tidak mendesak, mencari sumber penghasilan tambahan.

“Evaluasi keuangan secara berkala, terutama tahunan, dinilai penting sebagai dasar perencanaan keuangan di masa mendatang,” ungkapnya.

“Dengan disiplin dalam mengelola anggaran dan melakukan evaluasi rutin, masalah keuangan pasca-Lebaran diharapkan dapat diminimalkan, sehingga kondisi keuangan keluarga tetap stabil,” katanya lagi. (yopy/in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *