JAKARTA – Bhakti Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya bersama Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ) memberikan apresiasi kepada 120 buruh pengupas bawang yang selama ini beraktivitas di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ketua Komunitas Kebaya Jakarta, Happy Djarot mengatakan, penghargaan yang diberikan sebagai momentum perayaan Hari Ibu yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini.
“Kami, komunitas perempuan, ingin memberikan perhatian kepada para pejuang perempuan. Kami memilih buruh pengupas bawang di Pasar Induk karena mereka mayoritas perempuan yang setiap hari bekerja keras,” kata Happy di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (3/12).
Dikatakan wanita yang juga anggota DPD RI ini, ke-120 buruh perempuan itu setiap hari bekerja dari pagi hingga malam dengan beban kerja yang berat. Mereka yang menjadi tulang punggung keluarga itu dipilih karena mayoritas dari mereka adalah perempuan yang bekerja tanpa henti untuk membantu ekonomi keluarga.
“Mereka ingin merasakan kebahagiaan. Kemudian, dalam artian kita memberikan dukungan, apresiasi dan juga memberikan bantuan agar perempuan-perempuan pengupas bawang ini semangat dalam bekerja guna mendampingi keluarga,” jelas Happy.
Sementara itu, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Dewi Rano Karno mengaku bangga melihat perhatian yang diberikan oleh KKJ dan BIP Pasar Jaya kepada para buruh tangguh tersebut. Menurutnya, para pengupas bawang ini merupakan sosok luar biasa yang patut dihargai atas ketekunan dan kerja keras mereka.
“Mereka bekerja dari pagi sampai jam sepuluh malam, dan hanya mendapat upah sekitar Rp70 ribu. Untuk mengupas 20 kilogram bawang, mereka hanya mendapat Rp3.000 per kilogram. Jadi, wajar kalau kita ingin memberikan penghargaan,” ungkap Dewi.
Dalam kesempatan itu, Ketua BIP Perumda Pasar Jaya, Raesita Kamaylia menambahkan, pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut dan menegaskan kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi bagi para buruh yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Ini adalah bentuk apresiasi kepada buruh yang selama ini kurang diperhatikan. Mereka diberi kesempatan bertemu, berkumpul, menerima santunan, dan merasa lebih berarti. Jumlahnya ada 120 orang, itu semua buruh wanita pengupas bawang di Pasar Induk,” terang Raesita.
Melalui kegiatan itu, sambung Raesita, KKJ dan BIP Pasar Jaya berharap momentum Hari Ibu tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga momen untuk menguatkan perempuan pekerja yang selama ini berada di lini pekerjaan informal dan kerap luput dari perhatian publik. “Kami berharap ini bisa memberikan semangat baru bagi para buruh untuk terus berjuang demi keluarga mereka,” tutupnya. (Ifand/jo)








Komentar