JAKARTA – Pemimpin Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil DKI Jakarta dan Banten Bambang Prihatmoko menyatakan bahwa, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri di wilayahnya telah dua kali mencapai target 100 persen, yakni pada akhir bulan April dan pertengahan bulan Mei.
Meskipun telah mencapai target, Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten tetap terus melakukan penyerapan gabah dan beras. Hal ini sebagai bentuk komitmen nyata Bulog dalam menjaga harga gabah di tingkat petani.
Target penyerapan ditambah dari semula 45.970 ton menjadi 53.504 ton setara beras sampai akhir bulan Mei. Sampai saat ini telah direalisasikan penyerapan sebanyak 85.334 ton gabah dan 4.720 ton beras dari petani-petani di daerah Banten dan Jakarta. Total penyerapan yang dilakukan Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten sejak awal tahun telah mencapai 50.272 ton setara beras atau 94 persen dari target baru yang ditetapkan.
Pengadaan gabah dan beras dalam negeri secara masif mempunyai andil besar terhadap meningkatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog. Saat ini Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten menguasai stok CBP sebanyak 344.000 ton, atau lebih dari 10 persen total stok CBP seluruh Indonesia. Dengan jumlah stok sebanyak itu, Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten memastikan ketersediaan pasokan beras yang aman dan dalam kondisi siap disalurkan jika sewaktu-waktu Pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk menyalurkan CBP.
Stok di Gudang Simbol Keberhasilan Bulog
“Stok yang tersedia di gudang Bulog saat ini bukan sekadar angka, tetapi simbol keberhasilan Bulog menjaga ketahanan pangan nasional dan bukti keberpihakan Pemerintah ke petani. Bulog hadir di tengah panen raya, melakukan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) setiap hari untuk memastikan produksi petani lokal dapat terserap maksimal, dan juga sebagai upaya menjaga agar harga gabah petani tidak jatuh atau dibeli murah oleh tengkulak pada masa panen. Dalam hal ini Tim Jemput Gabah Bulog bersama Babinsa TNI berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pembelian gabah kering panen langsung ke petani,
yang lokasi panennya diinfokan Kelompok Tani (Poktan). GKP kemudian dibawa ke Mitra Penggilingan Padi yang sebagian besar lokasinya direkomendasikan Polri, untuk diolah menjadi beras dan selanjutnya dikirim ke gudang Bulog. Harga pembelian GKP senilai Rp6.500/kg sesuai dengan Keputusan Kepala Bapanas No 14 dan 16 tahun 2025, yang penetapan kebijakan HPP-nya memang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani dan mendorong gairah petani untuk meningkatkan produksi, yang pada akhirnya memperkuat CBP,” ujar Bambang.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Bambang Prihatmoko, beserta Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten Rizky Puspitasari dengan didampingi jajaran manajemen menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan ikhlas seluruh pihak.
“Ketersediaan stok CBP yang aman merupakan salah satu hasil dari program kegiatan Penyerapan Gabah/Beras di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Capaian ini tidak diraih Bulog sendirian, namun merupakan hasil dari sinergi yang baik antara Perum Bulog dengan Poktan, Mitra Penggilingan Padi, serta dukungan penuh dari Babinsa TNI, Polri, PPL, pemerintah pusat dan daerah, dalam pelaksanaan program tersebut”, katanya.
Penguatan stok CBP nantinya menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga konsumen dan pasokan beras di pasar, khususnya menjelang periode rawan pangan dan situasi menghadapi fluktuasi cuaca ekstrem. Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten membuktikan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (fs)







Komentar